Aliansi Jurnalis Independen


Tiga Aktivis AJI Diadili
June 17, 1995, 11:03 am
Filed under: Berita

KOMPAS – Sabtu, 17 Jun 1995  

Jakarta, Kompas
     Tiga aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang ditangkap di Hotel Wisata Internasional, Jakarta, 16 Maret 1995, AT (30), EM (27) dan DKW (18), Jumat (16/6) kemarin disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang yang mendapat penjagaan cukup ketat itu mendapat perhatian besar dari masyarakat, termasuk beberapa anggota perwakilan dari negara sahabat di Jakarta.
     Sekitar 200 orang, di antaranya para aktivis LSM, wartawan media cetak dan elektronik dalam dan luar negeri, menghadiri sidang ini. Di antara pengunjung tampak Adnan Buyung Nasution, Sri Bintang Pamungkas, Goenawan Mohamad, Eros Djarot, Fikri Jufri, HJC Princen, dan sejumlah diplomat antara lain dari Kedubes AS, Kanada, Inggris,
Australia, Belanda, Swedia.
     Dalam kasus itu, berkas perkara yang melibatkan tiga aktivis AJI itu dipisah menjadi dua. Berkas pertama menghadirkan terdakwa AT dan EM, diperiksa majelis hakim yang diketuai Madjono Widiatmaja dengan anggota Soehardjo dan Sartono. AT dan EM didampingi penasihat hukum Muhammad Assegaf, Amartiwi Saleh, Rita Serena, dan Irianto Subiakto.
     Sedang berkas kedua dengan terdakwa D, karyawan rumah tangga AJI yang sedang bersiap-siap menempuh UMPTN, dipimpin hakim yang sama dengan ketua majelis Soehardjo. Tertuduh D didampingi penasihat hukum Luhut MP Pangaribuan, Rona Murni dan Denny Christianto.
     Setelah sidang pokok perkara digelar, hakim tunggal Sjoffinan Sumantri menyidangkan permohonan praperadilan. Namun, karena pokok perkara sudah digelar, maka permohonan tiga anggota AJI atas penahanan yang tidak sah, otomatis gugur.

Menyatakan permusuhan
     Baik AT dan EM yang diajukan jaksa T Limbong dan Lukmanto maupun D yang diajukan jaksa Meity Joseph dan Suharto dituduh melanggar pasal 154 jo pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHP. Menurut penuntut, terdakwa menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap pemerintah Indonesia di muka umum. Mereka juga didakwa melakukan penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden. Khusus untuk AT dan EM juga dijerat dengan dakwaan kedua berupa pelanggaran terhadap UU Pokok Pers.
     Jaksa Limbong menyebutkan, pada 7 Agustus 1994 terbentuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang beranggotakan wartawan, kolumnis dan penulis media massa. Organisasi yang bertujuan memperjuangkan kemerdekaan berpendapat, berorganisasi dan menyampaikan aspirasi warga negara Indonesia itu kemudian menerbitkan majalah Forum Wartawan Independen.
     Pada acara Halal Bihalal, terdakwa menjual majalah Independen seharga Rp 2.000 per eksemplar. Dalam majalah itu tertulis sejumlah hal yang dinilai jaksa, menunjukkan rasa permusuhan, kebencian atau penghinaan kepada pemerintah dan Kepala Negara. Dalam dakwaannya, jaksa mengutip isi berita Independen, misalnya soal hak asasi, soal Kedungombo, soal Timtim, dan soal-soal politik lainnya. (bdm/atk)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: