Aliansi Jurnalis Independen


Pasar “Haatzaai Artikelen” Sudah tidak Sesuai
June 28, 1995, 11:04 am
Filed under: Berita

KOMPAS – Rabu, 28 Jun 1995 

Jakarta, Kompas
     Pasal-pasal haatzaai artikelen dinilai sudah tak sesuai dengan nilai-nilai dan rasa keadilan yang tumbuh di masyarakat. Selain itu proses pemeriksaan pendahuluan tak dilakukan menurut ketentuan hukum acara yang berlaku. Surat dakwaan jaksa tak cermat, jelas dan lengkap. Karenanya, surat dakwaan harus batal demi hukum.
     Demikian esensi eksepsi penasihat hukum tertuduh Ahmad Taufik dan Eko Maryadi yang dibacakan di depan majelis hakim yang diketuai Madjono Widiatmaja, Selasa (27/6) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kedua wartawan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) itu dituduh jaksa TS Limbong dan Lukimanto telah menyebarkan permusuhan, kebencian dan penghinaan terhadap pemerintah dan Kepala negara
Indonesia.
     Tim penasihat hukum yang terdiri dari Moh Assegaf, Rita Serena, Bambang Widjojanto, Irianto Subiakto dan Sugeng TS menguraikan, penangkapan, perpanjangan penahanan, penggeledahan dilakukan tak sesuai dengan prosedur KUHAP. Berita Acara memuat hal-hal yang kontradiktif, sugestif serta mengandung cacat yuridis.
     Sidang kemarin dijaga ketat petugas berpakaian seragam maupun preman itu dipadati pengunjung. Selain para aktivis LSM, tokoh-tokoh HAM, wartawan media Indonesia dan asing serta perwakilan sejumlah Kedubes asing. Sejak, pukul 07.30 kursi-kursi di pengadilan sudah dipenuhi pengunjung yang duduk dengan tertib. Namun wajah pengunjung itu terasa asing di kalangan wartawan.

Tendensius
     Menurut penasihat hukum, dakwaan disusun dengan memuat fakta yang disadur dari majalah Independen secara tendensius dan bersifat manipulatif. Jaksa mengubah, menambah atau mengurangi kosa kata tertentu dalam suatu rangkaian kalimat di suatu artikel. Hal itu diarahkan untuk dramatisasi, sehingga menimbulkan impresi buruk
bahwa Independen pantas “dibredel”.
     Menurut penasihat hukum, terdakwa tak dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum terhadap isi pemberitaan Independen, karena terdakwa bukan pihak yang memegang posisi jabatan sebagai pemimpin redaksi. Selain itu juga terjadi error in persona, karena sebagian besar pernyataan dalam surat dakwaan merupakan pendapat
Independen atau cerminan sikap AJI atas topik yang ditulis.
     Sementara itu dalam eksepsi pribadinya, Ahmad Taufik dan Eko Maryadi mengelaborasi eksepsi penasihat hukum. Menurut Taufik, jaksa mengutip sepenggal-sepenggal pemberitaan Independen, sehingga hal itu bisa ditafsirkan berbeda dari konteks sebenarnya. Dramatisasi dan manipulasi yang dilakukan terhadap tulisan di Independen mengakibatkan kalimat-kalimat itu kehilangan maknanya yang semula
bersifat netral dan positif menjadi berkesan menghina.
     Terdakwa memberi contoh kalimat yang berkenaan dengan Komnas HAM. Yang dicuplik jaksa ternyata merupakan bagian dari pengantar penjelasan Wakil Ketua Komnas HAM Marzuki Darusman mengenai posisi Komnas HAM. Karena dicuplik di tengah-tengah kalimat, maknanya menjadi lain.

Kasus “anak ingusan”
      Sementara dalam kasus Danang Kukuh Wardoyo, penasihat hukum Luhut MP Pangaribuan, Rona Murni dan Denny Christyanto mempertanyakan bagaimana mungkin seorang “anak ingusan” yang “terlantar” di ibu kota untuk pendidikan dan “sesuap nasi” bisa melakukan atau ikut serta atau membantu melakukan perbuatan kejahatan terhadap martabat Presiden atau Wakil Presiden atau kejahatan terhadap ketertiban umum.
     Penasihat hukum mempersoalkan pemisahan dakwaan terhadap Danang, padahal hanya ada satu perbuatan. Selain itu status Danang sebagai terdakwa sekaligus saksi akan mengurangi kebebasannya untuk memberikan keterangan. Karenanya, pemisahan penuntutan itu dinilai bertentangan dengan tujuan persidangan yaitu menegakkan hukum dalam rangka mencapai keadilan. Berarti pula kecermatan surat dakwaan tak terpenuhi. Untuk itu surat dakwaan harus batal demi hukum. (atk)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: