Aliansi Jurnalis Independen


Jaksa Keberatan terhadap Eksepsi Penasihat Hukum
July 7, 1995, 11:06 am
Filed under: Berita

KOMPAS – Jumat, 07 Jul 1995 

Jakarta, Kompas
     Kendati banyak mendapat kritik, jaksa penuntut umum tetap mempertahankan dan menggunakan pasal 154, 155, dan 134 KUHP, untuk menjerat anggota AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Achmad Taufik dan Eko Maryadi. Jaksa berpendapat, sampai saat ini KUHP belum diubah dan itu berarti pasal-pasal tersebut masih merupakan hukum positif.
     Jaksa penuntut umum TS Limbong dan Lukimanto mengungkapkan hal itu dalam tangkisan atas eksepsi penasihat hukum Achmad Taufik dan Eko Maryadi di PN Jakarta Pusat, Kamis (6/7). Secara keseluruhan jaksa berkeberatan dengan eksepsi tim penasihat hukum dan meminta kepada majelis untuk menolaknya.
     Pengunjung sidang kemarin tidak sepadat sidang sebelumnya,  namun ruang sidang tetap penuh, termasuk wartawan-wartawan asing. Petugas polisi menggeledah tas-tas wartawan di pintu gerbang pengadilan. Majelis hakim baru akan memberikan putusan sela Kamis minggu depan.

Terpisah
     Sementara mengenai perkara Danang Kukuh Wardoyo (staf rumah tangga AJI) yang disidangkan terpisah dengan Taufik dan Eko, menurut jaksa Meithy Joseph dan Suharto, dilakukan semata-mata untuk memudahkan jaksa dalam membuktikan perbuatan terdakwa.
     Sebelumnya, tim penasihat hukum Danang, mempermasalahkan penyidangan terpisah Danang. Dengan mengacu pada putusan MA dalam kasus Marsinah (soal saksi mahkota), tim penasihat hukum Danang berpendapat, penyidangan terpisah seperti ini bertentangan dengan hak asasi manusia. Selain itu status Danang sebagai terdakwa
sekaligus saksi akan mengurangi kebebasannya untuk memberikan keterangan.
     Menanggapi eksepsi itu, jaksa Meithy Joseph dan Suharto menyatakan, pemisahan persidangan ini sudah sesuai dengan ketentuan pasal 142 KUHAP, yaitu penuntut umum dapat melakukan penuntutan terhadap masing-masing orang yang terlibat dalam suatu tindak pidana.
     Jaksa mengasumsikan, perbuatan Danang dilakukan secara terpisah. (awe)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: