Aliansi Jurnalis Independen


AJI soal Penutupan Tabloid PARON
June 10, 1998, 1:27 pm
Filed under: Pernyataan Sikap

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN
Alliance of Independent Journalists
Jl. PAM Baru Raya 16, Pejompongan Jakarta 10210, Indonesia;
Tel/Fax : (62-21) 5727018 E-mail : jurnalis@idola.net.id
PERNYATAAN MENGENAI PENUTUPAN TABLOID PARON KASUS “PARON”:
PELECEHAN KEMERDEKAAN PERS OLEH PEMODAL

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam keras tindakan Bob Hassan, yang
telah menghentikan secara sepihak penerbitan tabloid ParOn terhitung sejak
tanggal 9 Juni 1998. Sebagai pemilik tabloid ParOn, Bob Hasan, mengambil keputusan itu tanpa bersedia merundingkan atau mendiskusikannya terlebih dahulu dengan para
wartawan dan karyawan ParOn.
Alasan resmi penutupan itu adalah karena penerbitan itu tidak cukup laku
sehingga merugi terus. Tetapi kenyataannya, penutupan itu justru dilakukan
ketika ParOn tengah laku-lakunya. Menurut informasi kami, paling tidak
sejak sebulan terakhir ini tiras Paron meningkat jauh dari asalnya 30.000
eksemplar, menjadi 75.000 eksemplar.
AJI mendapat informasi, bahwa penutupan itu dilakukan karena awak redaksi
Paron terinspirasi oleh angin reformasi dengan mempraktikan kebebasan pers.
Antara lain melalui investigasi terhadap harta kekayaan Soeharto. Dua edisi
terakhir ParOn, misalnya, menampilkan “cover story” berjudul “Aksi Bongkar
Harta Soeharto” (edisi 1 Juni) dan “Tanah Keluarga Cendana Seluas Jakarta”
(edisi 8 Juni). Padahal sebelumnya Pimpinan Perusahaan pernah
memperingatkan awak redaksi agar pemberitaan ParOn tidak mengungkit-ungkit
mantan presiden Soeharto, yang merupakan teman dekat sang pemilik Paron,
Bob Hassan, operator bisnis yayasan-yayasan Soeharto yang juga pernah
diangkat sebagai Memperindag Kabinet Pembangunan VII yang usianya hanya
sebulan setengah itu.
Langkah Bob Hasan ini tak ubahnya tindakan pembredelan dalam bentuk lain,
yang sebenarnya telah diperingatkan AJI sejak 3 tahun lalu, bahwa politik
pemilikan saham media massa yang dijalankan pemerintahan bekas presiden
Soeharto membuat kemerdekaan pers Indonesia terancam dari dua sisi: oleh
pemerintah dan oleh pemilik modal. Kasus ParOn membuktikan hal itu:
pembredelan bisa dilakukan oleh kekuasaan pemilik modal.
Aliansi Jurnalis Independen karena itu menyerukan:
1. Direksi dan pemilik saham ParOn agar memberikan semua hak karyawan dan
wartawannya, seperti pembayaran gaji, 20 persen saham yang menurut UU Pokok
Pers 1982 merupakan hak karyawan/wartawan, pesangon yang memadai, serta
kompensasi lain sesuai tuntutan karyawan/wartawan –mengingat bahwa
penutupan ParOn didasarkan pada logika kepentingan pemilik saham.
2. Wartawan dan karyawan ParOn agar tetap menerbitkan tabloid mereka dengan
cara-cara yang dimungkinkan, berdasarkan profesionalisme dan idealisme
kewartawanan, baik dengan mengusahakan investor lain, maupun dengan swadaya
karyawan/wartawan ParOn sendiri –dari saham 20 persen yang merupakan hak
mereka.
3. Wartawan dan karyawan Paron agar terus memperjuangkan sepenuhnya hak-hak
mereka, baik hak-hak normatif seperti gaji, pesangon dan kompensasi lain,
maupun hak-hak mereka sebagai wartawan yang memperjuangkan kebebasan pers,
dan segenap wartawan dan pekerja pers Indonesia agar melakukan segala hal
yang dibutuhkan untuk melindungi serta memperjuangkan hak dan nasib mereka.
5. Para pemilik modal di seluruh media massa agar menghormati hak-hak
karyawan dan wartawan, menghentikan segala campur tangan atas masalah
keredaksian, dan menyertakan wartawan/karyawan dalam segala keputusan
menyangkut nasib penerbitan.

Jakarta, 10 Juni 1998
Ketua
Lukas Luwarso
Sekretaris
Dadang RHs.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: