Aliansi Jurnalis Independen


Profil AJI Yogyakarta
June 15, 1998, 3:48 pm
Filed under: Laporan

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) lahir sebagai perlawanan komunitas pers Indonesia terhadap kesewenang-wenangan rezim orde baru. Dipicu oleh pembredelan Tabloid Detik, Majalah Tempo dan Editor 21 juni 1994, karena pemberitaan yang vokal dan kritis terhadap penguasa. Tindakan represif itulah yang memicu aksi solidaritas sekaligus perlawanan banyak kalangan di sejumlah kota.

Sekitar 100 orang, terdiri dari jurnalis dan kolumnis, berkumpul di Sirnagalih, Bogor, pada 7 Agustus 1994. Mereka menandatangani Deklarasi Sirnagalih yang intinya menuntut dipenuhinya hak publik atas informasi, menentang pengekangan pers, menolak wadah tunggal untuk jurnalis, serta mengumumkan berdirinya AJI.

AJI Yogyakarta berdiri setelah melalui berbagai pertemuan yang diikuti para aktivis seperti wartawan, aktivis LSM, mahasiswa, akademisi, dan kolomnis. Mereka juga merupakan penggerak Forum Diskusi Wartawan Yogyakarta (FDWY). Akhirnya pada 15 Juni 1998 disepakati berdiri AJI Yogyakarta dalam sebuah pertemuan di Wisma Realino, Mrican. Dana pertemuan diperoleh secara patungan.Pertemuan itu juga menyepakati personal pengurus AJI Yogya periode 1998-2000, di antaranya Ketua Raihul Fadjri, Sekretaris Hairus Salim, dan Bendahara Emmy Kuswandari. Setelah kepengurusan dilengkapi dengan divisi-divisi, kemudian dilakukan deklarasi berdirinya AJI Yogya pada 22 Juni 1998 di Press Corner Hotel Radisson.

Pada perjalanannya saat ini AJI mengukuhkan tiga platform sebagai pondasi organisasi. Pertama, pers bebas dengan prinsip dasar perjuangan yang tercermin dalam Deklarasi Sirnagalih. Kedua, profesionalisme. AJI memiliki komitmen untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalis. Ketiga, kesejahteraan. Adalah sebuah kenyataan yang menyedihkan terkait dengan kesejahteraan jurnalis, bahwa sebagian besar jurnalis belum mendapatkan upah layak.
Dalam berbagai kegiatannya AJI selalu memfokuskan diri pada ketiga platform tersebut. Hal itu juga menjadi amanat Kongres ke-6 yang diselenggarakan di Puncak, Bogor 23-27 November 2005.

Pendiri AJI Yogyakarta
1. Nuruddin Amin
2. Angger Jati Wijaya
3. Mochammad Faried Cahyono
4. Raihul Fadjri
5. Hairus Salim
6. Marcellino X Magno
7. Wisnuhardana
8. Lucia Nucke Idayani
9. Tjahjono Edi Pratomo
10. Muhamad Achadi
11. Bayu Wardhana
12. Masduki


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: