Aliansi Jurnalis Independen


AJI Cabang Yogya Terbentuk
September 24, 1998, 1:52 pm
Filed under: Berita

* Ashadi: Masyarakat Menaruh Harapan Besar

Yogya, Bernas – Bendera Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mulai berkibar di Yogya. AJI Cabang Yogyakarta bersekretariat di Jalan Kaliurang CT III No 5 Km 5 Telepon (0274) 583252 Yogya. Itulah cabang AJI — baru satu dan satu-satunya cabang di Indonesia — yang kini telah menyatakan diri, membuka pendaftaran bagi para jurnalis (wartawan).

Setelah AJI Pusat Jakarta berdiri tahun 1994 dan semakin berkiprah di era reformasi ini, hingga kini daerah lain belum tampak mengibarkan benderanya dan Yogya mengawalinya.

“Harapan besar disandang organisasi baru (AJI) ini. Kalau organisasi baru ini berada pada rel yang sama dengan organisasi semacam yang sudah ada dan tetap mendukung nilai fasisme berarti belum masuk pada rel reformasi. Maka, AJI menanggung harapan masyarakat yang lebih besar di era reformasi ini,” tutur Direktur Lembaga Pendidikan Penelitian dan Penerbitan Yogya (LP- 3Y), Drs Ashadi Siregar dalam konferensi pers pernyataan pendirian AJI cabang Yogya, Rabu (24/6) di Hotel Radisson.

Selanjutnya disebutkan, seorang wartawan yang mau masuk ke salah satu organisasi profesi itu lebih karena alasan rasionalitas dan profesionalitas. Sebagai jurnalis (wartawan) sejati, tambahnya lagi, tentu akan berupaya untuk berjuang melawan dan menantang nilai fasisme.

“Termasuk PWI sendiri, PWI harus berusaha untuk membersihkan stigma yang ada. Caranya, dengan ganti nama, ganti pengurus. Dan yang penting, jangan bubar karena AJI juga tidak baik sendiri sebagai wadah tunggal wartawan,” katanya.

Dalam acara yang dihadiri beberapa Pemimpin/wakil Pemimpin Redaksi ha- rian terbitan Yogya dan Ketua PWI Cabang Yogya diwakili oleh Wakil Ketua, Masduki Atamami tersebut, Ketua AJI Cabang Yogya, R Fadjri dan sekretaris, Hairus Salim HS menyatakan bahwa sejauh ini kode etik wartawan anggota AJI sedang digodok di tingkat pusat, sementara AD/ART sudah terbentuk sejak tahun 1994. “Secara rinci AJI sedang menyusun kode etik. Sebagian merefer kode etik PWI dan sebagian lainnya juga merefer kode etik yang berlaku di beberapa negara lain (luar negeri),” ujar R Fadjri.

AJI adalah aliansi 4 perkumpulan jurnalis yaitu Serikat Jurnalis Independen (Jakarta), Forum Wartawan Independen (Bandung), Forum Diskusi War- tawan Yogyakarta (Yogya) dan Surabaya Press Club (Surabaya). Keempat perkumpulan itu mendeklarasikan berdirinya AJI di Megamendung, Bogor lewat Deklarasi Sirnagalih yang ditandatangani 57 jurnalis dan kolumnis. Sementara, AJI cabang Yogya didirikan tanggal 6 Juni 1998 lewat pertemuan 32 jurnalis yang bekerja di Provinsi DIY.

Langkah awal berdirinya AJI Yogya, pengurus menyatakan beberapa poin sikap antara lain, AJI menolak diberlakukannya SIUPP sebagai instrumen kontrol pemerintah terhadap pers. AJI menolak Permenpen No 2/1998 yang mewajibkan jurnalis menjadi anggota salah satu organisasi wartawan.

Menurut AJI, adalah hak setiap jurnalis mau bergabung atau tidak dengan organisasi wartawan. AJI juga menolak peran Deppen yang menghambat kebebasan pers dan kebebasan untuk memperoleh informasi.

Selain itu, AJI pun menolak campur tangan Deppen dan berseru agar saham bekas Menpen H Harmoko (keluarganya) dan para pejabat ditarik kembali dari saham media massa. Diserukan, dihentikannya praktek monopoli produksi kertas koran. AJI menolak campur tangan rektoriat terhadap isi pers mahasiswa dan campur tangan pemerintah terhadap siaran radio swasta dan televisi swasta.

Selain itu AJI mengajak masyarakat untuk memberantas praktek kolutif antara jurnalis dengan sumber-sumber berita.

Kini AJI cabang Yogya pun membuka peluang dan kesempatan sebesar dan seluas-luasnya kepada para jurnalis (wartawan) untuk menjadi anggotanya. Pendaftaran telah dimulai dengan cara — untuk sementara — mengirimkan identitas ke sekretariat AJI. Lalu, AJI akan mengirimkan kembali formulir dan informasi syarat-syarat keanggotaan AJI.

“Anggota resmi AJI di Yogya sampai saat ini belum terdata jelas tetapi minimal 23 anggota pengurus itu anggota awalnya,” imbuh Hairus Salim HS lagi. (jun)
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0109/25/nasional/pang06.htm (1998)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: