Aliansi Jurnalis Independen


Korban Resmi Adukan Polisi Penganiaya
January 11, 2002, 1:24 pm
Filed under: Kliping

Kompas, Jumat, 11 Januari 2002

Kediri, Kompas – Berbagai pihak, yakni Manajemen Radio Andika FM Kediri, LSM Komite Independen Pemantau Pejabat dan Parlemen (KIPPP), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Pengurus Pusat (PP) Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), mendesak agar Inspektur Dua (Ipda) Bagus Setyawan, pelaku penganiayaan terhadap wartawan di Kediri, dipecat dari Kepolisian RI (Polri).

Pihak-pihak tersebut berpendapat, dipertahankannya Bagus sebagai polisi hanya akan mencoreng citra Polri. “Tidak ada alternatif lain, kecuali yang bersangkutan harus dipecat,” kata Direktur Utama Andika FM Muhsin Thoyib kepada Kompas di Kediri, Kamis (10/1).

Selain menuntut Bagus dipecat, Muhsin bersama sejumlah kru Andika FM, Kamis kemarin juga secara resmi mengadukan penganiayaan ini ke Markas Kepolisian Wilayah (Polwil) Kediri. Dengan demikian, kasus ini telah masuk ke proses hukum. Polisi dari Bagian Reserse Polwil Kediri, S Harsono, menerima pengaduan tersebut.

Dalam surat pengantar pengaduan, Muhsin Thoyib menyebutkan, akibat pemukulan itu Tantowi menderita cedera berat. Yakni pendarahan di hidung, sobek di kepala, dan luka serius di mata. Di akhir surat disebutkan, Andika FM mendampingi korban mengadukan masalah ini untuk diproses sesuai undang-undang (UU) yang berlaku.

Ketua Umum KIPPP Habib SH mengungkapkan desakan senada. Bahkan ia menilai, kasus penganiayaan sebenarnya bukan delik aduan. Tanpa Tantowi melapor pun, seharusnya polisi langsung memproses.

“Saya sudah langsung menghubungi Kepala Satuan IPP Polres Kediri agar memecat Bagus. Sanksi harus tegas, agar di waktu mendatang polisi lain juga tidak bertindak seenaknya,” tambahnya.

Ia berharap, penanganan kasus-kasus kekerasan yang dilakukan polisi jangan seperti penyelesaian semasa Orde Baru (Orba). Di masa Orde Baru, biasanya polisi yang melakukan tindak kekerasan “hanya” dimutasi atau diskors.

PP PRSSNI melalui Muhsin Thoyib, kemarin siang juga mendatangi Markas Besar (Mabes) Polri. Sama dengan sikap Andika FM, PRSSNI juga menuntut agar Bagus dipecat dari Polri.

Pada Rabu malam lalu, Andika FM juga menerima faksimile dukungan moril dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya. Dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua AJI Surabaya Kukuh S Wibowo, AJI meminta Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kediri Ajun Komisaris Besar Jodie Rooseto meminta maaf secara terbuka. AJI juga menuntut Bagus diproses sesuai hukum yang berlaku. (adp)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: