Aliansi Jurnalis Independen


Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Canangkan Gerakan Anti-amplop
May 7, 2003, 2:24 pm
Filed under: Kliping

KOMPAS

Rabu, 07 Mei 2003

Makassar, Kompas – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulsel, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, dan PWI Reformasi Sulsel, Selasa (6/5), mencanangkan gerakan anti-amplop.

Gerakan ini dibuat untuk mengurangi pemberian amplop kepada wartawan yang masih banyak dilakukan pejabat di lingkungan Pemprov Sulsel.

Acara pencanangan yang dilakukan Wakil Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di halaman depan kantor Gubernur Sulsel dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sulsel. Turut hadir sejumlah perwakilan wartawan yang mewakili AJI Kota Makassar, IJTI Sulsel, PWI, dan PWI Reformasi. Gerakan pencanangan anti-amplop ini ditandai dengan penempelan stiker anti-amplop pada kendaraan dinas para pejabat dan kendaraan wartawan. Selain itu, stiker juga dibagikan kepada para pejabat yang selanjutnya akan ditempel di kantor-kantor pemerintah.

“Mudah-mudahan dengan gerakan anti-amplop ini, kita semua bisa mendukung dan menciptakan pemerintahan yang bersih dan kuat. Selain itu, kita bisa sama-sama menemukan langkah keberpihakan pada rakyat. Yang paling penting adalah bagaimana gerakan ini menjadi salah satu jalan keluar mengatasi persoalan KKN,” ujar Syahrul.

Syahrul mengatakan, sejak baru direncanakan, gerakan anti-amplop ini sudah menjadi pembicaraan di lingkungan pejabat Pemprov Sulsel. Sebagian besar di antara pejabat mengaku setuju dan mendukung. Oleh karena itu, gerakan ini akan dilanjutkan dengan pembuatan surat edaran yang akan dikirim ke para pejabat kabupaten dan kota se-Sulsel.

Ketua IJTI Sulsel Husain Abdullah mengatakan, gerakan anti-amplop ini memang tidak serta-merta akan mengubah keadaan atau memperbaiki bangsa Indonesia terutama menyangkut persoalan KKN. “Tapi setidaknya, kita sudah mulai berbuat sesuatu dan ada usaha ke arah itu. Persoalannya selama ini dengan amplop, ada kecenderungan pemerintah untuk memanipulasi banyak hal dalam pemerintahan,” katanya.

Sementara itu, Ketua AJI Kota Makassar Abdul Haerah mengingatkan, gerakan anti-amplop ini bukan hanya kepada para jurnalis, tetapi juga terutama kepada pihak-pihak pemberi amplop.

Sekretaris Umum PWI Sulsel HL Arumahi menambahkan, selama ini pemberian amplop dalam bentuk apa pun memang telah membuat wartawan kehilangan independensi, bahkan telah berpengaruh ke berita. “Karena itu, kami juga mendukung gerakan ini,” katanya. (ren/luk)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: