Aliansi Jurnalis Independen


Pers Juga Perlu Introspeksi
May 26, 2003, 2:29 pm
Filed under: Kliping

Kompas, Senin, 26 Mei 2003

Jakarta, Kompas – Menyikapi maraknya peristiwa kekerasan terhadap jurnalis, institusi dan insan pers sendiri perlu memaknai kembali kerja jurnalisme. Dalam kaitan ini, introspeksi menjadi penting untuk menjaga dan mengembalikan kehormatan jurnalisme. Sebab, bagaimanapun kepentingan publik adalah alasan utama hidupnya jurnalisme dalam peradaban manusia.

Demikian salah satu topik yang mengemuka dalam seminar sehari “Ancaman Kekerasan terhadap Jurnalis Peliput Pemilu 2004”, yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Kemitraan bagi Tata Pemerintahan di Indonesia, Sabtu (24/5), di Jakarta. Pembicara yang hadir di antaranya Masmimar Mangiang dari Lembaga Pers dr Soetomo, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Bambang Harymurti, dan Kepala Bidang Kemitraan Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Anton Tabah.

“Saat ini, pemahaman di masyarakat tentang wartawan cukup memprihatinkan. Bahkan, banyak yang menggeneralisasikan bahwa wartawan itu pemeras. Kita tidak bisa menutup mata. Itu (memang) dilakukan, baik (oleh) orang yang berpura-pura (mengaku) wartawan maupun yang wartawan sebenarnya,” kata Masmimar Mangiang.

Menurut dia, citra wartawan yang buruk tersebut lama-kelamaan menjadi stigma. Hal itu kemudian menjadi salah satu faktor yang sangat mudah menstimulus sebagian kelompok masyarakat, terutama ketika mereka dalam situasi yang emosional. Terlebih lagi pada masyarakat yang secara kultural masih menganggap wajar kekerasan fisik dan kurang memahami perbedaan pendapat.

Sementara itu, Bambang Harymurti mengusulkan beberapa hal untuk mengantisipasi potensi kekerasan yang terjadi terhadap wartawan saat meliput Pemilihan Umum 2004. Mengingat potensi terbesar kekerasan dapat terjadi antara satuan tugas (satgas) partai politik dan wartawan, perlu dibentuk semacam forum koordinasi antara wartawan dan unit pengamanan tiap parpol.

“Sebenarnya pimpinan parpolnya tidak menginginkan sesuatu yang buruk terjadi pada wartawan, karena itu akan merugikan parpolnya sendiri. Hanya, yang di atas belum tentu dapat mengontrol satgas,” kata Bambang Harymurti. (b14)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: