Aliansi Jurnalis Independen


Hasyim Muzadi dan Jusuf Kalla Sama-sama Janjikan Kebebasan Pers
August 6, 2004, 2:39 pm
Filed under: Kliping

Kompas, Jumat, 06 Agustus 2004

Jakarta, Kompas – Dua calon wakil presiden, Hasyim Muzadi dan Jusuf Kalla, saling berlomba merebut simpati kalangan pers dengan menjanjikan kebebasan pers. Namun, keduanya hanya mengiyakan saja apa yang dikatakan para panelis dan tidak secara tegas menyatakan apa yang akan dilakukan untuk menjamin adanya kebebasan pers itu.

Demikian terekam dalam Dialog Publik tentang Kebebasan Pers yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Kamis (5/8) kemarin.

Adapun panelis yang hadir dalam dialog publik itu adalah Ketua AJI Edi Suprapto, anggota Komisi Penyiaran Indonesia Bimo Nugroho, anggota Dewan Pers Sabam Leo Batubara dan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafi’i Maarif.

Hasyim dan Kalla tidak hadir dalam satu panelis untuk memperbincangkan pers. Mereka tidak berhadapan secara langsung. Akan tetapi, secara bergantian, mereka memaparkan kebebasan pers dan kemudian para panelis mengungkapkan berbagai macam pertanyaan.

Dalam pemaparannya, Hasyim mengatakan tidak akan ada pembredelan pers sepanjang kekuasaan ada pada dirinya dan pasangannya, Megawati Soekarnoputri. Saat ini pun, Hasyim menilai kebebasan pers sudah terlaksana dengan cukup baik.

“Karena itulah, untuk ke depannya, kalau ada permasalahan antara masyarakat yang merasa dirugikan dan kalangan pers hingga sampai ke pengadilan, seharusnya hanya menggunakan UU Pers sehingga UU itu menjadi lex specialis,” ungkap Hasyim.

Penyelesaian sengketa antara masyarakat dan pers dengan menggunakan UU Pers ini menurut Hasyim bukan merupakan sesuatu khayalan atau impian. Hasyim juga berpesan agar pers jangan hanya menulis yang kontradiksi, tetapi juga yang konsensus. “Berita yang baik harus menjadi baik dan berita yang buruk juga menjadi buruk,” katanya.

Wartawan salah tulis

Sementara itu, Jusuf Kalla mengatakan, kebebasan pers merupakan way of life sehingga tidak bisa lagi dicabut atau ditarik dan harus terus dilakukan serta dipertahankan. “Ada tiga hal yang sudah diberikan dan tidak bisa dicabut lagi, yaitu demokrasi, otonomi, dan kebebasan pers,” kata Kalla.

Menurut Kalla, tindakan ke depan hanya tinggal menjaga kebebasan pers karena di Indonesia sudah ada kebebasan pers. “Pemerintahan mendatang tidak boleh melakukan pembredelan pers karena itu sama saja dengan kembali ke masa lalu,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Bambang Harimurti meminta Kalla untuk melarang penggunaan Pasal 207 KUHP dan pasal lainnya yang berkaitan dengan penghinaan aparat negara kepada kalangan pers yang melakukan pemberitaan umum. Menjawab tantangan itu, Kalla hanya mengatakan sependapat bahwa pasal itu memang mengarah subversif, tetapi dia tidak mempunyai kewenangan untuk melarang penggunaan pasal itu.

“Mungkin, untuk berjanji tidak menggunakan pasal itu, saya tidak punya kewenangan. Saya memang sependapat dengan Anda. Tetapi, untuk melaksanakan hal tersebut, tentu harus bersama-sama dengan pasangan saya, tidak bisa sendiri,” kata Kalla.

Saat akan mengikuti dialog itu, Kalla membantah adanya sumbangan fiktif dalam laporan dana kampanyenya. “Tidak ada dana fiktif, yang ditulis di koran kan fiktif dalam tanda petik, itu hanya salah nama dan alamat dan jumlahnya tidak ada Rp 600 juta,” katanya.

Sehari sebelumnya, Kalla mengatakan dana yang dikategorikan “fiktif” sebanyak Rp 600 juta. Ia juga menjanjikan akan mengklarifikasi kesalahan nama dan alamat tersebut dan akan memublikasikan.

Kalla mengatakan ada ribuan nama yang menyumbang sehingga kesalahan pencantuman nama dan alamat bisa saja terjadi. “Wartawan saja kadang-kadang juga salah ketik kan,” kata Kalla. (SIE)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: