Aliansi Jurnalis Independen


Sidang Pidana Pemred Radar Jogja Dikecam AJI Yogyakarta
December 20, 2004, 1:58 pm
Filed under: Berita

Senin, 20 Desember 2004 | 19:13 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Menjelang pembacaan vonis perkara pidana mendudukkan mantan pemimpin redaksi harian Radar Jogja, Risang Bima Wijaya menjadi terdakwa, Aliansi Jurnalis Independen (AJI)Yogyakarta menecam dan menyesalkan pihak kepolisian dan Kejaksaan. “Tidak dipakainya UU tentang pers nomor 40/1999 adalah preseden buruk bagi perkembangan kebebsan pers di Indonesia di masa mendatang,”kata ketua AJI Yogyakarta, Masduki.

AJI Yogyakarta, Senin (20/12) menulis surat terbuka menyikapi pengadilan kasus Radar Jogja vs Kedaulatan Rakyat. Surat terbuka itu secara khusus juga dikirim ke Ketua Dewan Pers Prof Dr Ichlasul Amal.

Selain menyesalkan tidak dipakai UU Pokok Pers dalam peradilan yang bakal divonis Rabu (22/12) tersebut, AJI Yogyakarta mendesak Ketua Dewan Pers untuk bersikap tegas atas penolakan jaksa terhadap UU nomor 40/1999 itu. AJI Yogyakarta juga meminta klarifikasi Dewan Pers perihal pernyataan salah satu anggotanya yang tidak mendukung penggunaan UU Pokok Pers dalam persidangan di PN Sleman Yogyakarta itu.”Kami juga meminta agar Dewan Pers membuat surat khusus dan terbuka yang mendesak pengadilan di Indonesia, khususnya Pengadilan negeri Sleman Yogyakarta untuk menggunakan UU nomor 40/1999. Penggunaan UU ini dalam penyelesaian perkara pers akan lebih menjamin proteksi keberasan pers di Indonesia,\” kata Masduki.

Radar Jogya diadukan ke polisi oleh Soemadi Martono Wonohito, pemilik Harian Kedaulatan Rakyat. Karena Radar Jogya memberitakan pelecehan seksual yang dilakukan Soemadi terhadap karyawatinya, Sri Wahyuni. Akibat pemberitaan itu, selain mengadukan ke polisi, Soemadi juga mengajukan gugatan perdata. Soemadi merasa dicemarkan nama baiknya oleh pemberitaan itu. Gugatan Perdata telah divonis oleh PN Sleman dengan keputusan Radar Jogja harus membayar ganti rugi sebesar 600 ribu US Dolar.

Radar Jogja berani menulis tindak pelecehan tersebut bersumber adanya laporan Sri Wahyuni ke kepolisian. Dalam perkara pidananya, Risang Bima Wijaya tinggal menunggu keputusah hakim. Vonis kasus tersebut rencananya akan diputus Rabu (22/12) di PN Sleman Yogyakarta.

Syaiful Amin


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: