Aliansi Jurnalis Independen


Hadapi Tuntutan Pencemaran Nama Baik, Dua Wartawan Lampung ke Dewan Pers
May 7, 2005, 2:48 pm
Filed under: Kliping

Kompas, Sabtu, 07 Mei 2005

Jakarta, Kompas – Dua wartawan Lampung dari tabloid Koridor, yaitu Pemimpin Redaksi Darwin Ruslinur dan Redaktur Pelaksana Budiono Syahputra, mengadu ke Dewan Pers pada Jumat (6/5) berkaitan dengan vonis sembilan bulan penjara yang baru mereka terima tiga hari lalu. Darwin dan Budiono meminta dukungan kepada Dewan Pers dalam menghadapi tuntutan pencemaran nama baik.

“Kami berharap pengadilan tinggi nantinya membebaskan kami dan juga memakai UU Pers untuk menyelesaikan masalah ini. Selain itu, kami ingin Dewan Pers membantu kami melakukan hearing ke DPR dan presiden serta mendesak UU Pers dijadikan lex specialis,” ungkap Darwin yang juga didampingi LBH Pers dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Dalam kesempatan itu, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Bambang Harymurti juga hadir menemani Darwin.

Kado dukacita

Rabu (4/5) lalu, Darwin dan Budiono divonis sembilan bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjung Karang dan Majelis Hakim juga memerintahkan mereka langsung ditahan. Tabloid Koridor dilaporkan ke polisi karena dianggap mencemarkan nama baik Ketua Tim Kampanye Partai Golkar Alzier Dinais Tabrani dan wakilnya, Indra Karyadi, dengan adanya pemuatan berita berjudul “Alzier dan Indra Karyadi Diindikasikan Kuat Tilap Dana Saksi Partai Golkar Rp 1,25 Miliar” (Kompas, 6/5).

Sekretaris Eksekutif Dewan Pers Lukas Soeharso yang menemui kedua wartawan itu mengatakan, apabila kasus tuntutan pencemaran nama baik kepada media massa telah masuk ke jalur hukum, maka Dewan Pers hanya bisa melakukan dua hal, yaitu mengecam keputusan hakim atau mengirimkan surat ke pengadilan tinggi untuk membantu proses banding.

“Pengaduan ini akan kami terima, tetapi belum bisa diputuskan sekarang karena kami harus sampaikan ke rapat pleno hari Selasa mendatang,” kata Lukas.

Sementara itu, LBH Pers dan AJI Jakarta dalam siaran persnya menilai kasus tabloid Koridor ini merupakan kado dukacita di Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada 3 Mei lalu. Mereka mengecam vonis sembilan bulan penjara dan juga menuntut aparat penegak hukum untuk menggunakan UU Pers dalam menyelesaikan perkara menyangkut pemberitaan.

Selain itu, LBH Pers dan AJI juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa dirugikan oleh pemberitaan pers agar menempuh mekanisme penyelesaian dengan menggunakan hak jawab dan hak koreksi atau mengajukan kepada Dewan Pers sebagaimana diatur dalam UU Pers. (SIE)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: