Aliansi Jurnalis Independen


Jurnalis Perempuan Tuntut Persamaan Kesempatan
August 30, 2005, 10:48 am
Filed under: Berita

Selasa, 30 Agustus 2005 | 12:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan media, serikat pekerja, dan organisasi jurnalis diminta untuk memberlakukan kebijakan persamaan kesempatan bagi laki-laki maupun perempuan. Pernyataan ini dituangkan dalam “Piagam Kesetaraan Gender” yang dihasilkan dalam pertemuan membahas isu kesetaraan gender Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Internatioal Federation of Journalists (IFJ).

Pertemuan yang diikuti oleh 30 wartawan dan wakil organisasi wartawan dari berbagai kota di Indonesia ini berlangsung di Hotel Santika, Jakarta. “Persamaan kesempatan itu meliputi akses terhadap pelatihan dan pilihan kerja yang didasarkan pada kemampuan individu, akses yang sama terhadap bidang penugasan, peningkatan karir yang disesuaikan dengan faktor pengalaman, kemampuan, produktivitas dan prestasi kerja serta imbalan atau remunerasi kerja yang sama,”kata Koordinator Divisi Perempuan AJI Indonesia Ati Nurbaiti.

Selain itu, para jurnalis peserta pertemuan ini –yang mayoritas perempuan- menuntut adanya persamaan kesempatan dalam kondisi kerja, termasuk jam kerja, masa cuti, liburan tahunan dengan tunjangan, perlindungan kesehatan dan keamanan kerja, jaminan keamanan sosial (jamsostek), serta fasilitas-fasilitas kesejahteraan dan keuntungan yang diberikan berkaitan dengan prestasi kerja. “Kami juga meminta agar tak ada halangan dalam promosi untuk menduduki jabatan struktural,”kata Ati.

Piagam ini juga menyerukan adanya kesamaan hak jurnalis perempuan sebagai orang tua, dalam bentuk perpanjangan waktu cuti hamil bagi perempuan dari tiga bulan dengan tunjangan penuh menjadi enam bulan (dengan tiga bulannya di luar tunjangan) untuk memberi hak menyusui para ibu. “Jurnalis perempuan juga menuntut kesamaan untuk mendapatkan tunjangan kesehatan bagi keluarga, serta dalam kondisi khusus perlu waktu yang fleksibel berkaitan dengan jadwal kerja,”kata Ati.

Sedangkan untuk jurnalis laki-laki, tuntutan yang diajukan yakni pemberian hak cuti sebagai orangtua di saat kelahiran anak. Piagam ini juga meminta perusahaan media, serikat pekerja dan organisasi jurnalis merumuskan lebih detail tentang kriteria pelecehan seksual dan sanksinya. Selain itu, juga perlunya penyediaan pendampingan hukum bagi jurnalis yang mengalami pelecehan seksual oleh narasumber atau pihak lain yang terkait dengan profesinya.

Jojo Raharjo


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: