Aliansi Jurnalis Independen


Dua Wartawan Posmetro Padang Dianiaya
October 15, 2005, 10:50 am
Filed under: Berita

Sabtu, 15 Oktober 2005 | 14:10 WIB

TEMPO Interaktif, Padang:Dua wartawan Posmetro Padang, harian kriminal milik Jawa Pos Group terbitan Padang, Sumatera Barat, dianiaya delapan penjaga sebuah gudang kayu di Bungus Teluk Kabung, Padang, ketika meliput kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM), Jumat (14/10), pukul 14.00 WIB.

Kedua wartawan itu, Dasman Boy, 28 tahun, dan Hermansah, 37 tahun, seorang fotografer, mendatangi gudang kayu milik Labai beberapa menit setelah polisi dari Poltabes Padang menyegel satu drum solar yang diduga minyak oplosan di gudang kayu tersebut.

“Kami datang ketika polisi baru saja pergi, lalu kami memasuki gudang mengatakan kepada penjaga ingin bertemu dengan Labai,” ungkap Dasman Boy, Sabtu (15/10).

Penjaga tersebut berpakaian training bertuliskan Korem 0302/ Wirabraja Sumatera Barat, yang belakangan diketahui anggota Korem 0302/ Wirabraja bernama Usman. Usman mengatakan tidak tahu dan kedua wartawan tersebut berlalu. Tapi baru beberapa langkah meninggalkan Usman, anggota TNI itu mengeluarkan kata-kata kasar.

“Mentang-mentang kau wartawan berani-berani datang ke sini,” kata Usman sambil melemparkan batu sebesar tinju ke arah mereka, namun tidak kena.

Usman kemudian memerintahkan penjaga lain menutup pintu gudang. Delapan penjaga lain kemudian mengeroyok kedua wartawan tersebut. Akibatnya muka kedua wartawan tersebut lebam-lebam. Bahkan rusuk Hermansah yang kena pukul terasa sakit jika bernapas.

Kedua wartawan itu kemudian melarikan diri setelah berhasil membuka pintu gudang. Mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Teluk Bayur, kemudian ke Rumah Sakit Umum M. Djamil Padang melakukan visum dan berobat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas dari Poltabes Padang berhasil menangkap Hengki, satu dari delapan pelaku. Sedangkan Usman diamankan di Markas Korem 0302/Wirabaja.

Menanggapi aksi penganiayaan kedua wartawan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang menyatakan mendesak aparat hukum agar segera menyeret seluruh pelaku ke meja hijau, termasuk aparat TNI yang terlibat.

“Kami meminta agar polisi selain menggunakan KUHP juga menggunakan Undang-Undang Pers No. 40/1999 yang dapat menjerat pelaku penganiayaan terhadap wartawan yang sedang bertugas dengan pidana penjara paling lama dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp 500 juta, selain itu menyarankan agar kedua korban menolak berdamai,” ujar Syofiardi Bachyul Jb Ketua AJI Padang.

Febrianti


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: