Aliansi Jurnalis Independen


Wartawan Rakyat Aceh Diperiksa Polisi
November 11, 2005, 1:42 pm
Filed under: Berita

Jumat, 11 Nopember 2005, 22:47 WIB
Reporter : Ayi Jufridar

Bireuen, acehkita.com. Bahrul Walidin, wartawan Harian Pagi Rakyat Aceh, Kamis (10/11), memenuhi panggilan polisi terkait pemberitaan terhadap Bupati Bireuen, Mustafa A Glanggang. Bahrul diadukan ke polisi atas tuduhan melakukan pencemaran nama baik.

Kepada acehkita.com, Bahrul mengaku ditanyai seputar pemberitaan tentang pelaksanaan Konfercab Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh pada pertengahan Oktober lalu. Dalam pemberitaan tersebut, Rakyat Aceh mensinyalir adanya intervensi Bupati Mustafa A Glanggang dalam kegiatan tersebut. Intervensi yang dilakukan mengakibatkan terjadinya perubahan kepanitiaan konfercab. “Saya diperiksa selama dua jam oleh Briptu Bachtiar Ichwan di ruang periksa unit dua,” ungkap Bahrul, Jumat (11/11).

Dia mengaku tidak didampingi pengacara karena merasa belum membutuhkannya kendati organisasi wartawan, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sudah menawarkan bantuan advokasi. Dalam pemeriksaan tersebut, Bahrul didampingi Abdul Hadi Juli, seorang wartawan senior di Bireuen, sekaligus sekretaris PWI Bireuen.

Dalam kesempatan itu, Abdul Hadi Juli, meminta wartawan agar tidak terpancing dengan kasus pengaduan Bupati Bireuen terhadap Bahrul. Dia menduga ada upaya mengalihkan sejumlah isu miring di tubuh Pemkab setempat dengan kasus pencemaran nama baik tersebut.

Kapolres Bireuen, AKBP Supryanto Tarah, menegaskan, Bahrul akan kembali dimintai keterangan setelah polisi ikut menghadirkan Bupati Mustafa A Geulanggang ke Mapolres untuk dimintai keterangan serupa tanpa dapat diwakilkan kepada kuasa hukumnya. ?Kita juga akan memanggil Bupati Bireuen,? katanya kepada wartawan.

Kendati telah melalui proses penyidikan sebagai awal dari langkah penyelesaian hukum, kata Kapolres, pihak kepolisian masih bersedia menengahi persoalan itu secara damai. ?Kami menerima banyak masukan agar kasus tersebut diselesaikan secara damai,? katanya.

Sementara itu, dalam siaran pers yang diterima acehkita.com, Aliansi Jurnalis Independen Kota Lhokseumawe dan Banda Aceh, menyayangkan penyelesaian persoalan tersebut langsung ke kepolisian. Untuk itu, AJI mendesak semua pihak agar menempuh jalur-jalur yang ada dalam menganggapi pemberitaan pers yang dinilai merugikan, di antaranya mengajukan hak jawab dan hak koreksi seperti yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 40/1999 Pasal 5 ayat (2) dan (3).

AJI juga medesak aparat penegak hukum agar menggunakan UU No 40/1999 tentang pers dalam menyelesaikan perkara yang berkaitan dengan pers. Kepada wartawan, AJI mengimbau agar tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam bekerja dengan menyiarkan berita yang berimbang, benar, jelas, dan bertanggungjawab, mengimbau para jurnalis untuk tidak ragu-ragu dalam memantau jalannya penyelenggaraan pemerintahan dan mengkritisi semua kebijakan politis yang merugikan publik. Tak lupa, AJI juga mengajak semua jurnalis lintas organisasi untuk menjaga kekompakan dalam memperjuangkan kebebeasan pers dan melawan setiap upaya yang bertujuan memberangus kebebasan pers. [dzie]


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: