Aliansi Jurnalis Independen


AJI Padang Kecewa dengan Dakwaan Terhadap Pemukul Jurnalis
December 25, 2005, 10:14 am
Filed under: Berita

Kamis, 29 Desember 2005 | 23:14 WIB

TEMPO Interaktif, Padang:Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang menyesalkan jaksa penuntut umum tidak memasukkan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers dalam surat dakwaan dalam kasus penganiayaan dua wartawan harian Posmetro Padang, Dasman Boy dan Hermansyah.

Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan terhadap terdakwa Henki Yansen, 27 tahun, dan Masrial, 38 tahun, di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (29/12) sore, Jaksa Penuntut Umum Erman Syafruddin hanya mendakwa dengan ancaman pidana pasal 170 ayat (1) KUHP untuk dakwaan primair dan pasal 351 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP untuk dakwaan
sekunder. “Padahal kedua jurnalis dipukuli saat melakukan tugas jurnalistik dan sesuai dengan UU No.40/1999 mereka bisa dikenai pidana Pasal 18,”kata Ketua AJI Padang, Syofiardi Bachyul Jb.

Pasal 18 dalam UU No.40/1999 yang mengatur ketentuan pidana menyebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pers melaksanaan haknya mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta. “Sebelumnya kami gembira dengan pernyataan pimpinan Poltabes Padang yang mengatakan akan memasukkan UU Pers dalam dakwaan selain KUHP, tenyata pernyataan itu hanya lips service,” ujarnya.

Dalam dakwaannya, Jaksa mengungkapkan kedua terdakwa bersama dengan seorang anggota TNI bernama Usman dan empat pemuda lainnya melakukan kekerasan terhadap kedua jurnalis saat akan mengkonfirmasi kasus penimbunan BBM (bahan bakar minyak) di Gudang Kayu milik Nurbay Candra di Bungus Teluk Kabung, Padang, 14 Oktober lalu.

Kedua jurnalis dipukuli kedua terdakwa bersama empat temannya yang kini buron ketika hendak keluar setelah mendapat jawaban pemilik gudang, Nurbay tidak ada. Hengki meninju wajah Hermansyah empat kali dan
perutnya tiga kali.

Hengki juga meninju wajah Dasman Boy lebih kurang 4 kali dan perut korban lebih kurang 2 kali. Sedangkan Masrial ikut memukul muka Dasman Boy sekali dan perutnya dua kali. Empat pemuda lainnya juga ikut mengeroyok. Akibatnya kedua korban mengalami luka, memar, dan sakit di perut dan tangan.

Setelah kedua jurnalis berhasil keluar dari gudang itu, para terdakwa kemudian melarikan diri. Namun Hengki ditangkap Poltabes Padang 14 Oktober dan Masrial 26 Oktober. Sedangkan Usman diproses oleh Polisi Militer. Empat tersangka lainnya buron.

Febrianti


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: