Aliansi Jurnalis Independen


AJI Lhokseumawe: AJMA Bukan Bagian dari AJI
February 2, 2006, 1:26 pm
Filed under: Berita

Kamis, 2 Februari 2006, 10:22 WIB
Reporter : Tim acehkita.com

Lhokseumawe, acehkita.com. Organisasi pers kampus, Aliansi Jurnalis Mahasiswa Aceh (AJMA), bukan bagian dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI). AJI selaku sebuah organisasi kewartawanan, tidak bertanggung jawab terhadap segala tindak tanduk AJMA yang disinyalir banyak memasukkan proposal ke sejumlah instansi pemerintah dan swasta.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris AJI Kota Lhokseumawe, M Nasier, menyusul banyaknya pertanyaan seputar keberadaan AJMA yang dikaitkan dengan AJI. ?Ada beberapa instansi yang bertanya kepada kami tentang itu. Kami tegaskan bahwa, AJI adalah sebuah organisasi wartawan profesional. Pers kampus tidak bisa menjadi bagian dari AJI. Ini harus dipahami agar tidak ada instansi yang komplain ke kami berkaitan dengan sepak terjang AJMA,? ujar Nasier di Lhokseumawe, Rabu (1/2).

Menurutnya, sejumlah instansi pemerintah dan swasta secara lisan mempertanyakan apakah AJMA bagian dari AJI sehubungan dengan masukkan proposal permintaan dana ke instansi tersebut. ?Kalau ada yang mengaku mereka termasuk anggota AJI dan meminta sejumlah uang, baiknya laporkan saja ke polisi karena ini bagian dari pemerasan,? tegas Nasier lagi.

Seorang anggota KPU Kabupaten Bireuen, Mukhlis, mengatakan, sejumlah orang datang ke kantor mereka, Rabu siang, dan meminta sejumlah dana untuk mengikuti kegiatan AJI di Kutacane, Aceh Tenggara. Salah seorang di antara mereka yang bernama Abdullah, bahkan mengatakan AJMA tersebut termasuk bagian dari AJI karena sering dilibatkan dalam kegiatan AJI.

“Mereka datang ke KPU untuk meminta sumbangan untuk acara AJI di Kutacane. Karena kenal dengan beberapa anggota AJI, kami menanyakan langsung kepada mereka. Ternyata AJMA hanya pers kampus. Kami ragu mereka aktivis pers kampus karena umurnya ada sudah sekitar 40 tahun,? kata Mukhlis.

T Khairul dari AJMA saat dikonfirmasi hal tersebut membenarkan Abdullah merupakan anggotanya. ?Yang di Bireuen itu saya mohon dana untuk kegiatan reintegrasi GAM buat pelatihan pemuda putus sekolah. Tapi mereka saya minta untuk mengajukan permohonan dana pada Bupati, bukan KPU,? ungkap Khairul.

Dia juga mengaku AJMA memasukkan proposal kepada bebeberapa instansi untuk kegiatan pers mahasiswa pada 28 Februari sampai 3 Maret di Lhokseumawe. Ketika ditanya, mengapa sampai muncul pengakuan AJMA bagian dari AJI, Khairul mengatakan, ?Mungkin dia salah ngomong. Nanti akan saya panggil karena kami minta ia ke Bupati dan bukan ke KPU.?

Nasier mengakui, AJMA adalah organisasi yang lahir setelah dilaksanakan pelatihan pers kampus se-Aceh yang diselenggarakan AJI Lhokseumawe pada Agustus 2005. ?Tapi inisiatif pembentukan AJMA murni dari mahasiswa. Segala kegiatan yang mereka lakukan, menjadi tanggung jawab mereka sendiri kendati AJMA pernah ikut dalam kegiatan AJI,? tandas Nasier. [dzie]


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: