Aliansi Jurnalis Independen


Kabid Propam Papua Pimpin Penyelidikan Pemukulan Wartawan
March 21, 2006, 12:13 pm
Filed under: Kliping

Selasa, 21 Maret 2006 – 11:58 AM

Jakarta, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Papua, Kombes Anang Sudanu memimpin tim khusus untuk menyelidiki kasus pemukulan empat wartawan oleh oknum anggota Brimob di Abepura, Jayapura, Jumat (17/3). “Kita tunggu hasilnya karena tim masih bekerja di tengah suasana yang masih seperti itu (duka),” kata Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Anton Bachrul Alam di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan hal itu di sela-sela menerima pimpinan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Mabes Polri untuk meminta Kapolri Jenderal Sutanto agar menindak tegas oknum Brimob yang menganiaya wartawan dan merusak kameranya. Pasca bentrokan antara massa dengan aparat keamanan yang menewaskan empat aparat keamanan, Kamis (16/3) di Abepura, oknum Brimbob malah memukuli empat wartawan televisi dan merusak kameranya.

Menurut Anton, hasil penyelidikan itu nantinya akan diumumkan ke publik setelah tim selesai bekerja. “Yang jelas, Polri tidak memerintahkan anggotanya untuk menghambat tugas wartawan,” katanya.

Anton menambahkan, Mabes Polri menyesalkan kejadian itu dan tindakan itu dipicu oleh peristiwa sehari sebelumnya yang menewasan tiga anggota Brimob dan satu anggota TNI AU. “Namun sayang, pelampiasannya salah sasaran,” katanya menegaskan.

Mabes Polri juga meminta maaf atas kecerobohan yang dilakukan oleh anak buahnya terhadap wartawan.

Kendati Polda Papua telah berupaya mencari solusi damai dengan minta maaf dan akan mengganti biaya perawatan serta kerugian, namun AJI dan IJTI menyatakan bahwa hal itu tidak akan menyelesaikan masalah dan meminta agar Polri mengusut kejadian itu.
Imam Wahyudi, Ketua IJTI meminta kepada Polri untuk mengusut kasus pemukulan wartawan itu di tengah upaya Polri untuk mengusut pihak pihak yang menyebabkan tiga anggota Polri tewas. “Semula kami bangga, polisi bisa kendalikan diri namun hal itu hilang sehari berikutnya setelah empat wartawan jadi korban pemukulan anggota polisi,” katanya.

Sedangkan Heru Hendratmoko, Ketua AJI mengatakan, pihaknya bisa memahami bila ada Brimob marah tapi tindakan terhadap wartawan tidak bisa dimaklumi begitu saja dengan mengganti biaya perawatan dan kerugian. “Sambil polisi menyelesaikan kasus penganiayaan warga, polisi juga harus mengusut penganiayaan wartawan,” ujarnya.

Sementara itu, Jurnalis Mabes Polri (Jump) juga memprotes keras tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob terhadap enam wartawan, pasca terjadi kerusuhan di Abepura. “Perlakuan kasar dan merusak peralatan jurnalis merupakan pelanggaran terhadap UU Pers dan prinsip-prinsip kebebasan publik untuk mendapatkan informasi,” ujar Presidium Jump, Andylala Waluyo.

Jump juga mendesak Kapolri Jenderal Sutanto untuk menindak tegas oknum Brimob yang melakukan kekerasan terhadap enam wartawan saat meliput kerusuhan Abepura.
“Kami meminta Kapolri untuk menginstruksikan bawahannya agar tidak menghalang-halangi tugas peliputan jurnalis tidak hanya di Papua tapi juga di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Andylala.

(sumber: media indonesia)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: