Aliansi Jurnalis Independen


AJI: Usut Aksi Kekerasan terhadap Jurnalis di Kalimantan Timur!
June 15, 2006, 1:53 pm
Filed under: Pernyataan Sikap

Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini aksi pemukulan dan pengusiran menimpa lima wartawan Indonesia di wilayah Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara, Propinsi Kalimantan Timur. Bambang SP (Kamerawan TVRI), Endan Syafardan (Reporter TVRI), Alek Madji (Wartawan Suara Pembaruan), Imron (Koresponden SCTV di Samarinda), dan Jasmin Jafar (Koresponden Trans TV di Samarinda) diserang dan diusir oleh sekelompok orang tak dikenal pada 13 Juni 2006, saat hendak melakukan liputan ke wilayah Kutai Kertanegara.

Kelima wartawan tersebut merupakan bagian dari rombongan wartawan yang pada 12 Juni 2006 diundang oleh Gubernur Kalimantan Timur Suwarna Abdul Fatah untuk meliput acara pemaparan pemaparan pencapaian pembangunan dan kesiapan PON XVII 2008 di Samarinda. Dalam acara tersebut, wartawan bertanya tentang kepergian Bupati Kutai Kartanegara, Syaukani HR dan pejabat ke negara Eropa beberapa waktu yang lalu. Gubernur Kaltim menjawab, menjelaskan bahwa kepergian Bupati Syaukani HR itu tanpda izin dirinya.

Berbekal jawaban Gubernur Kaltim, Alek Madji dkk bergerak ke Kutai Kertanegara pada 13 Juni 2006 untuk melakukan konfirmasi kepada Bupati Kutai Kertanegara, Syaukani HR. Namun di tengah jalan, di atas jembatan Tenggarong, kelima wartawan ini dicegat sekelompok orang tak dikenal yang keluar dari dua mobil kijang dan sepeda motor.

Tanpa banyak cakap, para penyerang langsung memukuli, mengancam, dan memaksa wartawan agar tidak melanjutkan perjalanan ke Kutai Kertangera melainkan langsung pulang ke Jakarta.

Menanggapi peristiwa tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Mengecam keras aksi penyerangan dan pemukulan terhadap lima wartawan di wilayah Tenggarong, Kalimantan Timur yang sedang menjalankan tugasnya. Aksi pemukulan dan ancaman fisik merupakan tindak pidana dan merupakan serangan terhadap kemerdekaan pers. AJI mengingatkan, tugas dan profesi jurnalis di seluruh Indonesia dilindungi oleh Pasal 8 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Pasal 28 F Amandemen II UUD Tahun 1945.

2. Meminta aparat kepolisian di wilayah Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara mengusut aksi kekerasan yang menimpa lima wartawan, menangkap pelaku secepatnya, serta menjerat mereka dengan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, di samping Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP).

3. Meminta aparat pemerintah dari tingkat Gubernur, Bupati hingga aparat desa, untuk memahami profesi jurnalistik, serta turut memberikan perlindungan kepada jurnalis yang sedang bertugas. Bagi pihak yang tidak puas dengan pemberitaan pers, dapat menggunakan hak jawab, hak koreksi, atau melaporkan media/wartawan kepada Dewan Pers, sebagaimana diatur UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

4. Apabila diperlukan, AJI bersedia membantu dan mendampingi para wartawan yang ingin melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya kepada aparat kepolisian.

Jakarta 15 Juni 2006

Heru Hendratmoko
Ketua Umum

Eko Maryadi
Koordinator Div Advokasi


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: