Aliansi Jurnalis Independen


Stop Intervensi Militer pada Kebebasan Pers di Thailand
September 26, 2006, 1:17 pm
Filed under: Pernyataan Sikap

No : 020/AJI-Adv/ SP/IX/2006

Stop Intervensi Militer pada Kebebasan Pers di Thailand

Perkembangan pasca kudeta militer 19 September 2006 di Thailand tampaknya kian mengkhawatirkan. Serangkaian kebijakan pemerintahan militer yang menamakan dirinya The Council for Democratic Reform under Constitutional Monarchy (CDRM) jelas-jelas mengancam kebebasan sipil, sebagai hak fundamental dalam masyarakat yang demokratis. Junta militer dengan sewenang-wenang telah mencabut hak-hak dasar yang selama ini dinikmati masyarakat Thailand, di antaranya melarang perbedaan pendapat, menangkap para demonstran, menutup ratusan radio komunitas, dan membatasi penyiaran.

Tindakan demikian justru menciderai janji dari CDRM untuk segera mengembalikan kedaulatan kepada rakyat. Janji tersebut haruslah diukur dari keinginan CDRM untuk menjamin kebebasan berpendapat dari rakyat Thailands, untuk berbicara baik kepada sesama masyarakat Thailand, masyarakat internasional, bahkan kepada CDRM. Kedaulatan rakyat ini tak akan terwujud tanpa jaminan kebebasan pers dan hak atas informasi.

Meski para jurnalis masih bisa bergerak relatif bebas di seluruh Thailand dan masyarakat Thailand masih dapat menikmati akses terhadap internet, tetapi pembatasan terhadap media massa telah dilakukan. Stasiun TV tidak dapat lagi menyiarkan pendapat rakyat tentang kudeta, pengaturan tentang sensor telah berlaku untuk seluruh media.

Untuk itu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mengecam aksi kudeta yang dilakukan oleh militer, upaya kudeta bukanlah jawaban bagi perkembangan suatu negara demokratis, dan dalam setiap kudeta selalu terjadi ancaman terhadap kebebasan berekspresi
2. Mengecam keras setiap usaha untuk membungkam kebebasan pers di Thailand, karena pers yang bebas bukan hanya instrumen dari demokrasi tetapi juga penjaga demokrasi
3. Mendesak agar pemerintah sementara Thailand tetap menghormati dan menjaga kebebasan pers di Thailand, tidak mengambil tindakan-tindakan yang dapat dianggap melakukan sensor atas pemberitaan. Masyarakat yang demokratis tidak akan dapat eksis apabila hak atas informasi dibatasi oleh penguasa
4. Mendesak pemerintah sementara Thailand untuk segera mengakhiri sensor dan menjamin hak rakyat atas pemberitaan media yang bebas dan independen
5. Menyampaikan solidaritas dan dukungan bagi para jurnalis di Thailand untuk terus memenuhi hak rakyat atas informasi dan pemberitaan media yang bebas dan independen

Jakarta, 26 September 2006

Heru Hendratmoko
Ketua Umum

Eko Maryadi
Koord. Divisi Advokasi


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: