Aliansi Jurnalis Independen


AJI Yogyakarta Selenggarakan Diskusi untuk Jurnalis
February 28, 2007, 2:59 pm
Filed under: Berita

Rabu, 28 Pebruari 2007

Setelah sempat berhenti beberapa waktu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta kembali menggelar diskusi untuk jurnalis dengan tema seputar persoalan gempa. Kali ini, persoalan yang diangkat adalah tentang kondisi liputan media massa terhadap gempa bumi setelah sembilan bulan berlalu. Dengan bekerja sama dengan Prodi Ilmu Komunikasi UII, diskusi ini menghadirkan tiga pembicara yaitu PM Laksono (pengamat sosial), Try Suparyanto (redaktur harian Bernas Jogja) dan Anang Hermawan (dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII). Continue reading



Wartawan, Antara Idealisme dan Risiko, Demi Hak Publik, Abaikan Keselamatan Pribadi
February 28, 2007, 1:09 pm
Filed under: Kliping

Wednesday, 28 February 2007

Jakarta – Topik mengenai keselamatan wartawan kembali jadi sorotan. Ini setelah dua juru kamera televisi menjadi korban saat meliput bangkai kapal Levina I di perairan Muara Gembong, Bekasi, Jabar, 25 Februari 2007. Continue reading



IFJ soal Kasus Harian Kursor Kupang
February 28, 2007, 11:35 am
Filed under: Kliping

Defamation Charges in Indonesia Threaten Press Freedom

28/02/2007

The International Federation of Journalists (IFJ) has expressed concern over an investigation into allegations of defamation against Indonesian newspaper Harian Kursor. According to IFJ affiliate, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), the newspaper is alleged to have breached the Criminal Code in its report on the arrest of broadcast correspondent Harry Harzufri for suspected drug use. Continue reading



AJI Tuntut Tanggung Jawab Manajemen Lativi dan SCTV
February 27, 2007, 1:49 pm
Filed under: Kliping

Surabaya, CyberNews. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mendesak manajemen Lativi, SCTV, dan perusahaan media lainnya untuk bertanggung jawab memenuhi hak-hak normatif jurnalis yang meninggal, hilang, dan yang masih dirawat. Continue reading



AJI Jakarta soal Musibah KM Levina I
February 27, 2007, 11:19 am
Filed under: Press Release

Perihal : Siaran Pers
Nomor : 01/SP.Adv/AJI.Jkt/2007
Keterangan : Untuk Disiarkan Segera

Pernyataan Sikap AJI Jakarta atas Meninggalnya Juru Kamera Suherman dan Muhammad Guntur dalam Peliputan KM Levina I

“Perusahaan Pers Harus Membuat Standar Keselamatan Jurnalis”

Pada Minggu, 25 Februari 2007, sebuah peristiwa naas menimpa jurnalis yang sedang meliput proses penyelidikan kapal KM Levina I, di lepas pantai Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Dua orang jurnalis dan dua petugas Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri tewas tenggelam bersama bangkai kapal. Continue reading



AJI soal Musibah Meninggalnya Wartawan di KM Levina
February 26, 2007, 1:15 pm
Filed under: Press Release

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN

Nomor : 008/AJI-Adv/ Sikap/II/ 2007
Perihal : Surat Duka Cita – Untuk Disiarkan

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menimpa dua jurnalis televisi saat menjalankan tugas jurnalistiknya. Continue reading



Surat Duka Cita AJI
February 26, 2007, 8:46 am
Filed under: Berita

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyampaikan rasa duka cita  mendalam atas musibah yang menimpa dua jurnalis televisi saat menjalankan tugas jurnalistiknya.  

Suherman (31), kameramen Lativi, ditemukan meninggal dunia, dan Muhammad Guntur (36), kameraman SCTV, dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian. Keduanya adalah dua dari 18 jurnalis yang sedang bertugas meliput penyelidikan terbakarnya kapal motor Levina I di perairan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 25 Februari 2007, bersama tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Selain kedua jurnalis tadi, dua anggota kepolisian dan anggota KNKT masih dinyatakan hilang, serta Bima Marzuki dari RCTI, sedang menjalani perawatan medis. 

AJI mengingatkan sesama jurnalis, dalam profesi mencari informasi bagi publik, keselamatan kerja merupakan hal yang tidak bisa diabaikan. Untuk itu, sangat penting bagi semua pihak, baik pemerintah dan perusahaan media, senantiasa memastikan keselamatan jurnalis saat memberikan tugas liputan, terutama di lingkungan yang berbahaya (hostile environment).

AJI meminta agar perusahaan media yang mempekerjakan para jurnalis yang terkena musibah untuk bertanggung jawab dan memenuhi hak-hak normatif karyawan, kepada yang meninggal, hilang, maupun yang masih dirawat.

AJI mengingatkan semua perusahaan pers di Indonesia -baik televisi, radio, cetak, dan online- agar memberikan perlindungan penuh bagi jurnalis yang ditugaskan ke wilayah berbahaya, melengkapi jurnalis perlengkapan kerja yang memadai, serta membekali jurnalis dengan pengetahuan dan pelatihan tentang keselamatan kerja. Itu semua sesuai standar International Code of Practice for the Safe Conduct of Journalism yang telah disusun oleh International Federation of Journalists (IFJ), organisasi jurnalis dunia dimana AJI menjadi anggotanya.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia juga meminta seluruh anggota AJI dimanapun untuk menunjukkan solidaritas profesi, memberikan bantuan yang diperlukan bagi keluarga dan rekan yang terkena musibah.  

Heru Hendratmoko                                                

Ketua Umum

Eko Maryadi

Koordinator Divisi Advokasi



AJI: Apa Artinya Gambar Bagus Kalau Harus Tewas
February 25, 2007, 11:28 am
Filed under: Berita

http://www.beritajatim.com
Minggu, 25/02/2007 18:02 WIB
Reporter : Hari Tri Warsono

Kediri – Kasus tenggelamnya jurnalis saat melakukan tugas peliputan di atas bangkai KM Levina I yang terbakar merupakan pelajaran bagi pekerja pers. Ini menunjukkan buruknya standar keamanan jurnalis saat melakukan peliputan. Continue reading



International Day of Action for Journalist Safety in the Philippines – another murder
February 23, 2007, 3:20 pm
Filed under: Pernyataan Sikap

February 23, 2007

H.E. Gloria Macapagal-Arroyo
President
Malacañang Palace
JP Laurel Street, San Miguel
Manila 1005
Email: corres@op.gov.ph
Hon. Raul M. Gonzales

Secretary
DOJ Main Building
Padre Faura Street
Manila 1004
Email: sad@doj.gov.ph
Hon. Ignacio R. Bunye

Press Secretary & Presidential Spokesman
Arlegui Guest House,
Malacañang,
Manila 1005
Email: totingbunye2000@info.com.ph

Director General OSCAR CASTELO CALDERON
Office of the Chief PNP
NHQ PNP Building, Camp Crame
Edsa Corner Boni Serrano Avenue, Quezon City
1100 Manila, Philippines
Email: ocpnp@pnp.gov.ph

Dear Madame and Messrs

I am writing to you on behalf of the Alliance of Independent Journalist (AJI) Indonesia, the organisation representing journalists in Indonesia, to call on your government to take immediate action to address the terrible press freedom and journalist safety situation in the Philippines.

Under the reign of this administration, led by President Gloria Macagapal-Arroyo, 50 journalists have lost their lives in targeted and brutal attacks, for nothing more than doing their jobs. And in 2006, the Philippines was again in the top two most deadly countries for journalists in the world, second only to war-torn Iraq.

This appalling record sends a strong message to the world that the Philippines government cares little for the lives of journalists, and a democratic and free media.

We are deeply concerned by these figures, and by the apparent lack of political will to find these journalist killers and bring them justice. The Melo Commission, created on August 21, 2006, has been appallingly unsuccessful in investigating these murders, and despite governmental assurances, the bloodshed continues.

It is time for the government to make a stand for a free and safe Philippines, and act now to end the culture of impunity, to show the world your nation protects its citizens, punishes criminals, and values press freedom and democracy.

This has gone on far too long, and too many lives have been wasted, for the government to remain idle.

The Alliance of Independent Journalist (AJI) Indonesia gives its full and unconditional support to IFJ affiliate, the National Union of Journalists of the Philippines (NUJP), in their campaign for an end to the culture of impunity and journalist killings, and we stand in solidarity with our colleagues in the Philippines in their fight for a safe, free and independent media.

Yours sincerely,

Heru Hendratmoko
President

Eko Maryadi
Coord Advocacy Department



Siaran Pers AJI Tentang Keselamatan Jurnalis di Filipina
February 23, 2007, 8:42 am
Filed under: Berita

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia meminta perhatian pemerintah Filipina untuk secepatnya mengakhiri aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap jurnalis yang terjadi di Filipina.

Menurut data yang diperoleh dari National Union of Journalist of the Philippines (NUJP) dan International Federation of Journalist (IFJ) sudah 50 jurnalis terbunuh di Filipina dengan berbagai motif, baik politik mapun yang terkait dengan pemberitaan. Selain itu masih ada tuntutan hukum terhadap penerbit, junalis dan pekerja media yang dilakukan oleh pemerintah Filipina dan juga Suami Presiden Arroyo.

Menurut Pasal 3 Deklarasi Universal HAM dan Pasal 6 ayat (1) Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik, setiap orang memiliki hak hidup. Profesi Jurnalis juga dilindungi oleh Pasal 19 Deklarasi Universal HAM dan Kovenan International Hak Sipil dan Politik. Oleh karena itu setiap negara harus menghormati hak profesi dan hak hidup dari setiap warga negara termasuk para jurnalis.

Pada hari ini, AJI bekerja sama dengan NUJP dan IFJ menyerukan kepada pemerintah Filipina ,dengan segala cara dan kekuasaan yang dimilikinya, untuk menghentikan kekerasan, intimidasi, dan pembunuhan (extra judicial killings) terhadap jurnalis di Filipina. AJI juga mendukung seruan IFJ dan NUJP agar pemerintah Filipina menghentikan segala bentuk intimidasi melalui tuntutan hukum pencemaran nama baik untuk membungkam jurnalis dan media dan segera mencabut ketentuan tentang pencemaran nama baik dari Hukum Pidana Filipina. AJI menuntut agar pemeritah Filipinda segera mengungkap kasus pembunuhan tersebut, menangkap pelakunya serta mengadili pelaku pembunuhan tersebut di depan hukum

 
Heru Hendratmoko (Ketua Umum) dan Eko Maryadi (Koord Divisi Advokasi)