Aliansi Jurnalis Independen


Kapolres Diminta Tindak Tegas Pelaku
February 21, 2007, 1:15 pm
Filed under: Berita

Rabu, 21-02-2007
Malili, Tribun — Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di Tana Luwu. Kali ini, aksi pemukulan menimpa, Akmal, salah satu wartawan koran Palopo Pos yang bertugas di Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Kejadian bermula saat Akmal hendak meliput aksi perkelahian antara Bin dengan Kel di halaman kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (20/2). Menurut Akmal, saat meliput itu Kel memintanya tidak memberitakan peristiwa tersebut.
Motif perkelahian antara Bin dengan Kel belum diketahui. Setelah kejadian itu, Kel lalu menemui AO dan Rah. AO disebutkan sebagai putra Ketua DPRD Lutim, A Hasan Opu Tohatta.
Berselang beberapa saat kemudian, AO dan Rah datang ke tempat kejadian perkelahian itu. Keduanya lalu memukul Akmal tanpa alasan yang jelas. Pemukulan terjadi sekitar pukul 10.00 wita.

Tidak terima perlakuan AO dan Rah, Akmal lalu melaporkan aksi pemukulan terhadap dirinya itu ke Kepolisian Resort (Polres) Lutim. Dihubungi terpisah, Kapolres Lutim AKBP Umar Farouq membenarkan adanya laporan dari Akmal terkait aksi pemukulan terhadap dirinya. “Iya, kami (polisi) sudah menerima dan membuatkan laporan si korban (Akmal) dan sementara mencari kedua tersangka yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya,” kata Umar.

Atas perbuatan AO dan Rah keduanya diancam pasal 170 tentang pengeroyokan juncto pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun pidana penjara.

Tindak Tegas
Sementara itu, Wakil Pimpinan Redaksi Palopo Pos, Baso Ahmad, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap salah seorang wartawannya itu. Ia meminta pelaku ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.
Baso mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam menyikapi kasus pemukulan terhadap salah seorang wartawannya itu karena hal ini dapat saja menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers.

“Apapun alasannya, kami tidak terima perlakuan (pemukulan) ini. Karena, jika dibiarkan hal ini dapat saja terulang lagi di masa mendatang kepada wartawan kami maupun wartawan media lain,” tegasnya. Baso menilai aksi pemukulan terhadap wartawannya itu ada kaitannya dengan pemberitaan Palopo Pos yang selama ini gencar memberitakan sidang kasus korupsi senilai Rp 6,5 miliar lebih yang melibatkan A Hasan sebagai salah seorang terdakwa.

PWI dan AJI: Aparat Harus Tegas

AKSI kekerasan yang menimpa wartawan harian Palopo Pos, Akmal, disesalkan dua organisasi wartawan di Sulsel, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar. Dua organisasi profesi wartawan ini meminta aparat untuk tegas dan tidak melihat siapa dan latar belakang pelakunya.

Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Otto, meminta aparat penyidik untuk tidak membawa kasus ini ke ranah politik. “Kalau benar dia anak ketua DPRD, polisi jangan gentar,” katanya. Zulkifli mengatakan, pihaknya juga telah meminta pengurus PWI untuk mengidentifikasi korban.”Jika Akmal ini anggota PWI kita akan lakukan pembelaan, kalau bukan kita akan tunggu permintaan,” ujarnya.

Melalui siaran persnya, kemarin, Ketua AJI Kota Makassar, Syarief Amir, mengutuk aksi kriminalisasi dan aksi premanisme ini. Pelaku, katanya, harus dijerat hukum seberat-beratnya sesuai KUH Pidana dan UU Pokok Pers Nomor 40/1999.
“Aparat kepolisian harus menuntaskan kasus tersebut, termasuk menahan oknum pelaku tanpa perlu takut dengan intervensi pihak manapun,” kata Syarief yang juga Redaktur Pelaksana Tribun Timur ini. (wd/rex/jum)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: