Aliansi Jurnalis Independen


AJI Tuntut Tanggung Jawab Manajemen Lativi dan SCTV
February 27, 2007, 1:49 pm
Filed under: Kliping

Surabaya, CyberNews. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mendesak manajemen Lativi, SCTV, dan perusahaan media lainnya untuk bertanggung jawab memenuhi hak-hak normatif jurnalis yang meninggal, hilang, dan yang masih dirawat.

Hal itu tertuang dalam rilis ditandatangani Ketua Umum AJI Indonesia, Heru Hendratmoko bersama Koordinator Divisi Advokasi AJI Indonesia, Eko Maryadi, Selasa (27/2). “AJI menyampaikan rasa dukacita atas musibah yang menimpa Suherman (31), kameramen Lativi, dan ditemukan meninggal dunia, kemudian Muhammad Guntur (36), kameraman SCTV, yang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian,” ujar Heru.

Keduanya adalah dua dari 18 jurnalis yang sedang bertugas meliput penyelidikan terbakarnya kapal motor Levina I di perairan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat pada 25 Pebruari 2007 bersama tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Selain kedua jurnalis, Bima Marzuki dari RCTI saat ini sedang menjalani perawatan medis, kemudian dua anggota kepolisian dan anggota KNKT yang ditemukan setelah dinyatakan hilang.

“Keselamatan kerja merupakan hal yang tak bisa diabaikan dalam profesi mencari informasi bagi publik, karena itu pemerintah dan perusahaan media perlu senantiasa memastikan keselamatan jurnalis saat memberikan tugas liputan, terutama di lingkungan yang berbahaya (hostile environment),” tegas AJI.

AJI mengingatkan semua perusahaan pers di Indonesia, baik televisi, radio, cetak, maupun online hendaknya memberikan perlindungan penuh bagi jurnalis yang ditugaskan ke wilayah berbahaya.

“Perlindungan itu antara lain denggan melengkap si jurnalis perlengkapan kerja yang memadai, misalnya, masker untuk liputan Flu Burung atau kebakaran, pelampung untuk liputan di tengah laut, rompi antipeluru untuk liputan berunsur perang, dan sebagainya,” ungkapnya.

Selain itu, katanya, perusahaan media juga harus membekali jurnalis dengan pengetahuan dan pelatihan tentang keselamatan kerja. “Itu semua sesuai standar International Code of Practice for the Safe Conduct of Journalism yang telah disusun oleh International Federation of Journalists (IFJ), organisasi jurnalis dunia,” paparnya.

AJI Indonesia juga menambahkan perlunya seluruh anggota AJI dimana pun berada untuk menunjukkan solidaritas profesi dengan memberikan bantuan yang diperlukan bagi keluarga dan rekan yang terkena musibah.
( ant/cn05 )

http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0702/27/nas15.htm


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: