Aliansi Jurnalis Independen


Aliansi Jurnalis Mengecam Pemenjaraan terhadap Wartawan
April 13, 2007, 11:05 am
Filed under: Berita

Jum’at, 13 April 2007 | 05:39 WIB

TEMPO Interaktif, Medan: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan mengecam tindakan aparat Polresta Siantar yang memenjarakan wartawan Medan Bisnis, Samsuddin Harahap. Tindakan itu dinilai sebagai upaya membungkam kebebasan pers karena dilakukan tanpa dasar hukum yang kuat.

Menurut Ketua AJI Medan Dedy Ardiansyah, dalam menjalankan tugas seorang jurnalis dilindungi Undang Undang Pers No 40 tahun 1999. Sedangkan penahanan terhadap Samsuddin Harahap diduga berkaitan dengan tulisannya yang mengkritik kebijakan Pemerintah Kota Pematangsiantar. “Ini bentuk bentuk arogansi pejabat pemerintah yang tak senang atas pemberitaan yang kritis,” kata Dedy Ardiansyah, Kamis (12/4).

Penahanan terhadap Samsuddin bermula saat wartawan Medan Bisnis itu menerobos masuk rumah dinas Walikota Pematang Siantar pada 21 Maret lalu sekitar pukul 23.00 Wib. Saat itu Samsuddin berniat meminta konfirmasi tentang aksi unjuk rasa ratusan warga yang digelar di kantor Walikota Pematang Siantar pada siang hari. Aksi demo itu sendiri merupakan aksi ketidakpuasan warga atas kepemimpinan Walikota, Ir RE Siahaan.

Namun naas bagi Samsudin, ketika sedang menunggu di pos penjagaan rumah dinas Walikota, diduga Samsudin Harahap dipukul oleh oknum TNI sehingga membuat bagian wajah Samsudin memar. Tidak terima atas perlakuan oknum TNI tersebut, selanjutnya Samsudin melakukan pembelaan diri dengan melakukan perlawanan.

Selanjutnya, ia digiring ke Polresta Siantar dan pada Kamis 22 Maret, Samsuddin ditahan atas tuduhan penganiayaan terhadap Serma E. Damanik, anggota Kodim 0207/BS Simalungun yang saat itu bertugas di rumah dinas Walikota Pematangsiantar.

Selama ditahan, Samsuddin Harahap mengalami diskriminasi hukum di mana pihak Polresta menolak saat ia akan membuat laporan balik. “Kami tidak melihat dasar hukum yang kuat untuk memenjarakan Samsudin. Justru Samsuddin mengalami diskriminasi karena ia kehilangan haknya sebagai warga negara. Pihak Polresta Siantar menolak ketika ia akan melaporkan balik kasus penganiyaan terhadap dirinya. Apalagi ini kan hanya delik aduan, namun mengapa ia sampai ditahan lebih dari 3 minggu,” kata Dedy.

Hambali Batubara


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: