Aliansi Jurnalis Independen


AJI Tuntut Kenaikan Upah Jurnalis
April 30, 2007, 5:24 pm
Filed under: Berita

JAKARTA, SENIN – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama sejumlah elemen buruh akan bergabung dalam aksi “Mayday” pada Selasa (1/5) besok, untuk menuntut kenaikan upah ke level yang layak bagi jurnalis.

“Upah layak bagi jurnalis harus diberikan karena terkait profesionalisme kerja mereka. Gaji mereka akan menjebak jurnalis pada ’amplop’,” kata Ketua Divisi Serikat Pekerja AJI Jakarta, Winuranto Adi di Jakarta, Senin (30/4).

Dia mengatakan, jurnalis di Indonesia masih mendapatkan upah yang sangat minim, dan ini terkait dengan menjamurnya jumlah media di Indonesia yang tidak diikuti oleh permodalan yang cukup. Data Dewan Pers pada 2006 menunjukkan dari 829 perusahaan media cetak, hanya 30 persen yang berkualitas atau 249 perusahaan. Sedangkan dari 2.000 stasiun radio dan 65 stasiun TV, perusahaan elektronik yang layak bisnis hanya 10 persen. “Ini menunjukkan pemodal sangat mudah mendirikan media, tapi ternyata tidak mampu memberikan upah layak pada pekerja media,” katanya.

Winuranto mengatakan, Indonesia seharusnya memiliki peraturan yang mengatur perusahaan media dalam memberikan upah minimum pada pekerja media, baik jurnalis, karyawan pemasaran, ataupun karyawan sirkulasi.

Survei AJI Indonesia pada 2005 menunjukkan masih ada sejumlah media yang menggaji karyawannya sekitar Rp200.000 per bulan. Kondisi ini dikhawatirkan menjebak jurnalis pada kinerja yang tidak profesional. “Karena itu pada aksi ’Mayday’ kami akan serukan jurnalis menolak ’amplop’ dan memperjuangkan upah layak,” ujarnya.

Aksi serentak ini akan dilaksanakan di 12 kota di Indonesia, antara lain di Jakarta, Makassar, Medan, Kediri, Surabaya, dan beberapa kota lainnya. Di Jakarta aksi akan mulai berlangsung pada sekitar pukul 09.00 wib di Bundaran HI dan rencananya akan dilanjutkan dengan “long march” ke Istana Negara.

Dalam aksi gabungan itu, para pekerja media dan aliansi sejumlah elemen buruh akan mengusung baliho besar berisi tuntutan agar perusahaan media memberi upah layak dan memberi hak berserikat di perusahaan untuk memperjuangkan hak-hak buruh. (Antara/Glo)

Senin, 30 April 2007 – 10:53 wib
http://www.kompas.com/ver1/Nasional/0704/30/105341.htm


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: