Aliansi Jurnalis Independen


AJI Turun Ke Jalan, Tuntut Upah Layak Jurnalis
May 1, 2007, 7:26 pm
Filed under: Berita

01 Mei 07 16:19 WIB

Jakarta WASPADA Online – Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta dan AJI Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat, Selasa (1/5) pagi ikut turun ke jalan memperingati hari Buruh Internasional, dengan menuntut upah yang layak bagi jurnalis. Continue reading

Advertisements


AJI turun ke jalan tuntut upah layak jurnalis
May 1, 2007, 7:23 pm
Filed under: Berita

Selasa, 01/05/2007 10:56 WIB

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (Antara): Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta dan AJI Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat, hari ini ikut turun ke jalan memperingati hari Buruh Internasional, dengan menuntut upah yang layak bagi jurnalis. Continue reading



Demo Buruh di Jember dan Sukoharjo Menuntut Perbaikan Upah
May 1, 2007, 1:33 pm
Filed under: Berita

Selasa, 01 Mei 2007 19:02 WIB

Metrotvnews.com, Jember: Dua gelombang aksi demo mewarnai peringatan Hari Buruh sedunia di Jember, Jawa Timur, Selasa (1/5). Sekitar lebih 200 buruh pabrik, mahasiswa dan wartawan melakukan longmars menyusuri jalanan Kota Jember. Mereka menuntut perbaikan nasib buruh. Di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja Jember, selain menggelar orasi, ratusan buruh menggelar aksi teaterikal yang menggambarkan penindasan kaum pengusaha terhadap kaum buruh. Continue reading



Hari Buruh Sedunia: AJI Perjuangkan Upah Minumum Jurnalis Rp 3,1 Juta
May 1, 2007, 1:31 pm
Filed under: Berita

Jakarta, 1 Mei 2007 17:40
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyerukan pada para jurnalis agar menolak “amplop”, namun memperjuangkan upah yang layak, minimal untuk DKI Jakarta Rp 3,1 juta per bulan. Continue reading



AJI Desak Pemilik Media Beri Upah Layak pada Wartawan
May 1, 2007, 11:01 am
Filed under: Berita

Selasa, 01 Mei 2007 | 16:05 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Bertepatan peringatan Hari Buruh Sedunia, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta mengimbauan pemilik media massa memberikan status yang jelas kepada para wartawannya. Continue reading



AJI Desak Pemilik Media Beri Upah Layak pada Wartawan
May 1, 2007, 10:55 am
Filed under: Berita

Selasa, 01 Mei 2007 | 16:05 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Bertepatan peringatan Hari Buruh Sedunia, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta mengimbauan pemilik media massa memberikan status yang jelas kepada para wartawannya. Continue reading



Wartawan Daerah Tuntut Perbaikan Nasib
May 1, 2007, 10:35 am
Filed under: Berita

Selasa, 01 Mei 2007 | 15:47 WIB

TEMPO Interaktif, Kediri:Sebanyak 35 orang wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri, Jawa Timur, memperingati hari Buruh Sedunia di alun-alun setempat. Aksi menggalang solidaritas dalam rangka memperingati hari buruh diiringi penyebaran pamflet dan pemasangan spanduk bertuliskan: Wartawan Juga Buruh.

Mereka menuntut perusahaan media meningkatkan kesejahteraan bagi para jurnalis. Selain itu, persoalan stringer (pekerja lepas) yang bekerja di media televisi juga menjadi sorotan. Para wartawan menyampaikan tuntutan itu melalui orasi yang disampaikan bergantian sembari menyanyikan lagu kebangasaan. “Nasib wartawan di Indonesia masih jauh di bawah standar kehidupan layak. Perusahaan media wajib memikirkan nasib kami. Wartawan juga buruh,” ujar Danang Sumirat, wartawan SCTV dalam orasinya.

Beni Kurniawan, stringer TPI menyatakan, pemilik bisnis media kurang memperhatikan nasib wartawannya yang bertugas di daerah. Menurut Beni, selama ini wartawan di daerah hanya dipandang sebelah mata oleh para pemilik media. “Kami tidak tahu harus menyampaikan nasib kami kepada siapa. Dengan adanya rencana penggabungan tiga stasiun televisi, yaitu RCTI, Global TV dan TPI, saya yang selama ini membaktikan diri saya kepada TPI, sama sekali tidak mendapat posisi. Saya berharap para bos
memikirkan orang kecil seperti saya,” kata Beni.

Koordinator Divisi Serikat Pekerja AJI Kediri, Imam Mubarok Muslim, mengatakan lembaganya terus memperjuangkan segala persoalan menyangkut nasib para wartawan. “Kami tidak akan berhenti hanya pada aksi ini. Sudah sepantasnya wartawan mendapat perlakukan yang adil dari perusahaan tempatnya bekerja, sehingga mereka tidak terjebak dalam persoalan amplop,” kata Mubarok.

Dwidjo U Maksum