Aliansi Jurnalis Independen


Konferensi Regional Tentang Dekriminalisasi Defamasi
May 3, 2007, 9:01 am
Filed under: Agenda

AJI membagi Konferensi Regional ini kedalam dua sesi: sesi umum yang berlangsung pada hari pertama hingga makan siang, dan dilanjutkan dengan sesi khusus pada sore harinya dan ditutup pada tanggal 4 Mei 2007.

 

Dalam sesi umum, lebih dari seratus undangan mengikuti acara ini dengan antusias.  Acara ini dibuka oleh Ketua Umum AJI Heru Hendratmoko, yang dilanjutkan dengan pidato sambutan dari Mr. William M. Frej, Mission Director of USAID dan Leo Batubara yang mewakili Ketua Dewan Pers Indonesia.  (Agenda lengkap acara dapat dilihat di Bundel Laporan terlampir).

 

Acara ini diikuti oleh peserta dari manca negara dari kawasan Asia Pasifik, antara lain:

          Free Media Movemen – Srilanka (2 orang)

          Radio Voice of Democracy – Cambodia (1 orang)

          National Union of Journalists (NUJ Philippine – Filipina (1 orang)

          Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) – Thailand (1 orang)

          Timor Leste Journalists Assocoation (TLJA) – Timor Leste (1 orang)

          Afghan Independent Journalists Association (AIJA) – Afghanistan (1 orang)

          The Killid Group – Afghanistan (1 orang)

          Pakistan Press Foundation – Pakistan (1 orang)

          NUJ Malaysia – Malaysia (1 orang)

          IFJ Asia Pasifik – Australia (1 orang)

 

Dan juga peserta dari luar Jakarta:

          Medan (1 orang)

          Madura (1 orang)

          Lampung (1 orang)

          Surabaya (1 orang)

          Yogyakarta (1 orang)

 

Para undangan yang hadir di sesi umum antara lain dari kalangan pemerintah Indonesia tampak hadir perwakilan dari kantor PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), perwakilan dari Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Kepala Divisi Humas Mabes POLRI Sisno Adiwinoto, dan perwakilan dari Komisi Yudisial RI dan Dewan Pers.

 

Sedangkan dari perwakilan negara asing, hadir pula perwakilan dari Kedutaan besar AS, perwakilan dari Kedubes Uni Emirat Arab (UEA), dan perwakilan dari Taiwan Trade and Economic Centre, perwakilan dari USAID, dan perwakilan dari OSI.

 

Selain itu hadir juga perwakilan dari lembaga donor nasional dan internasional, NGO lokal dan internasional, jurnalis dan manajemen media, praktisi hukum dan kalangan akademisi, dan para mitra kerja AJI.  Sekitar 20% dari undangan adalah perempuan (Daftar undangan dapat dilihat di daftar absensi dalam Bundel Laporan terlampir).

 

Sedangkan dalam sesi khusus, terlibat 50 peserta yang dibagi dalam dua kelompok kerja (POKJA) yang masing-masing membahas tentang advokasi kebijakan dan advokasi kasus.  (Hasil lengkap POKJA ini dapat dilihat di Resume dalam Bundel Laporan terlampir).

 

Pernyataan Sikap Bersama

Di tengah-tengah Konferensi Regional ini, AJI, para jurnalis Indonesia dan perwakilan 10 organisasi jurnalis dari 9 negara di kawasan Asia Pasifik mengadakan Konferensi Pers untuk menyampaikan Pernyataan Sikap Bersama (Joint Statament) dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan Pers Internasional 3 Mei 2007.

 

Dalam pernyataan sikap bersama tersebut, para jurnalis menyatakan “STOP KRIMINALISASI PERS!” demi terwujudnya masyarakat yang lebih demokratis dan pemerintahan yang lebih bertanggungjawab.  Ada 38 jurnalis ikut menandatangani pernyataan sikap bersama ini. (Pernyataan Sikap dan daftar lengkap penandatangan dapat dilihat dalam Bundel Laporan terlampir).

 

Publikasi dan Memperkuat Jaringan

AJI menggunakan momentum 3 Mei 2007 ini mempublikasikan secara luas kampanye “STOP KRIMINALISASI PERS!” untuk mengingatkan kepada publik betapa besarnya bahaya yang akan ditanggung oleh sistem demokrasi jika para jurnalis dan media massa terus-menerus dikenai pasal-pasal pidana pencemaran nama baik.  Kehadiran para jurnalis dari berbagai media dan organisasi jurnalis di kawasan Asia Pasifik ini benar-benar dioptimalkan oleh AJI melalui berbagai kegiatan di luar kegiatan utama, antara lain:

 

a. Wawancara Metro TV dengan Pa Nguon Teang (Radio Voice of Democracy Cambodia)

Salah satu tamu AJI dalam Konferensi Regional ini mendapatkan kesempatan untuk on air di Metro TV dalam acara “Indonesia This Morning” pada 4 Mei 2007 pukul 07.00 WIB.  Dalam wawancara selama sepuluh menit ini, Teang dan presenter acara mendiskusikan soal kebebasan berekspresi di Cambodia dan bagaimana negara tersebut bersikap terhadap kasus-kasus kriminalisasi pers.

 

b.  Kunjungan Jurnalis Afghanistan ke Majalah Tempo

Pada tanggal 4 Mei 2007, AJI mengajak dua orang jurnalis dari Afghanistan, Rahimullah Samander (AIJA) dan Aziz Hakimi (The Killid Group) untuk mengunjungi kantor Majalah Tempo di bilangan Proklamasi.  Jurnalis dari Afghanistan ini sangat terkesan dengan sistem dan mekanisme yang diterapkan oleh Tempo di News Room mereka.  “Kami benar-benar harus belajar banyak.  Saya kagum sekali karena Tempo memiliki banyak sekali dokumentasi dalam bentuk electronic copy,” ujar Hakimi usai kunjungan tersebut.

 

c.  Wawancara dengan majalah Syir’ah dan Diskusi di The Wahid Institute, 4 Mei 2007

Kedua jurnalis Afghanistan itu juga mendapat kesempatan untuk diwawancarai oleh Majalah Syir’ah yang diterbitkan oleh The Wahid Institute.  Kehadiran jurnalis dari Afghanistan yang relatif jarang di Indonesia dimanfaatkan oleh Syir’ah untuk menggali pengalaman media di Afghanistan.  Selain itu, Samander dan Hakimi juga diundang dalam diskusi informal dengan anak-anak muda di The Wahid Institute untuk berbagi pengalaman.

 

d.  Wawancara dengan KBR 68H, 2 Mei 2007

Jurnalis dari Pakistan dan Afghanistan diundang untuk diwawancarai secara langsung (live) oleh KBR 68H dalam acara “Asia Calling” pada tanggal 2 Mei 2007.  Program berbahasa Inggeris ini merupakan salah satu program unggulan KBR 68H untuk siaran mereka di kawasan Asia.

 

e. Bergabung dalam demonstrasi solidaritas untuk Alan Jhonston, jurnalis BBC yang diculik di Jalur Gaza, 3 Mei 2007

Pada tanggal 3 Mei 2007 malam, AJI mengajak para jurnalis internasional peserta konferensi regional untuk bergabung dalam demonstrasi damai untuk menggalang solidaritas bagi Alan Jhonston, jurnalis BBC yang diculik di jalur Gaza.  Pada malam itu, rekan-rekan jurnalis internasional itu berbaur dengan jurnalis Indonesia untuk menyampaikan dukungan mereka bagi pembebasan Jhonston.

 

Penerbitan Buku “Stop Kriminalisasi Pers!”

AJI dengan dukungan DRSP USAID menerbitkan buku bertajuk “Stop Kriminaliasi Pers!”.  Buku yang diterbitkan dalam dua bahasa ini (Indonesia dan Inggeris) dicetak sebanyak 500 eksemplar berisikan pengalaman Indonesia dan beberapa negara di kawasan Asia Pasifik ketika berhadapan dengan kasus-kasus kriminalisasi pers di negaranya masing-masing.  Buku ini dibagikan kepada peserta konferensi regional pada saat acara berlangsung dan setelah itu, AJI juga mendistribusikan buku tersebut ke jaringan AJI di seluruh Indonesia.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: