Aliansi Jurnalis Independen


Wartawan Diancam Terkait Berita Pilkada
May 20, 2007, 9:37 am
Filed under: Berita

Ayi Jufridar | Lhokseumawe

TEKANAN terhadap jurnalis terkait dengan pemberitaan masih tertus terjadi. Seorang jurnalis di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, mendapat ancaman untuk tidak memberitakan wacana penundaaan Pilkada putaran kedua. Organisasi jurnalis mengecam tindakan seperti itu karena tidak menghormati kebebasan pers dan mengajak seluruh wartawan untuk melawan setiap  kriminalisasi pers.

Adanya tekanan terhadap jurnalis dalam pemberitaan Pilkada di Aceh Tamiang, diterima Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe dari seorang wartawan harian terbitan Medan, Muhammad Hanafiah. “Kami mendapatkan laporan yang bersangkutan mendapat tekanan agar tidak memberitakan lagi wacana penundaan Pilkada putaran kedua di Aceh Tamiang,” ungkap Ketua Divisi Advokasi AJI Lhokseumawe, A Munir Noer, Minggu (20/5/2007).

Menurut laporan yang diterima Divisi Advokasi AJI Lhokseumawe, tekanan itu dilakukan dua orang yang mengendarai sepeda motor terhadap Muhammad Hanafiah di Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Jumat (18/5). Kedua orang tersebut mencegat Hanafiah di jembatan Kuala Simpang dan mengingat wartawan tersebut agar tidak macam-macam dalam menulis berita Pilkada.

Menanggapi kejadian tersebut, Munir Noer mengatakan AJI Lhokseumawe mengecam segala bentuk tekanan terhadap jurnalis untuk mempengaruhi independensi, netralitas, dan kebebasan jurnalis dalam menyampaikan berita secara profesional. Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung kebebasan pers di Aceh. Pemberitaan yang dinilai merugikan bukan alasan untuk melakukan tekanan, intimidasi, dan kekerasan karena masih ada hak jawab yang bisa digunakan.

AJI juga mengimbau kepada seluruh pasangan calon peserta Pilkada untuk menggunakan cara-cara yang sehat dalam menyikapi pemberitaan yang dinilai merugikan dan mengingatkan seluruh pendukungnya untuk menghormati kebebasan pers. Kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tamiang diminta agar membuat kesepakatan bersama seluruh pasangan calon peserta Pilkada untuk tidak menggunakan segala bentuk tekanan, intimidasi, dan kekerasan terhadap jurnalis. Semua pasangan calon
juga diharapkan bisa menghormati netralitas jurnalis dengan tidak mengajak jurnalis menjadi bagian dari pendukung pasangan calon tertentu.

“Semua jurnalis baik dari media baik cetak maupun elektronik dan dari berbagai organisasi jurnalis, harus memperkuat kekompakan. Segala bentuk kriminalisasi pers harus dilawan bersama,” ujar Munir.[]


1 Comment so far
Leave a comment

gimana sich!!!wartawan atau para jurnalis itu kan seharusnya bebas berpendapat,asalkan pendapat yang di keluarkan oleh mereka sah dan dapat di terima oleh kalangan masyarakat. ancaman yang di terima oleh wartawan kuala simpang seharus nya gk terjadi kalau wartawan -wartawa d sana mau bersatu melawan para petinggi yang mengadakan putaran PILKADA 2 .sebagai seorang pnggemar para wartawan saya sangat kecewa pada prilaku colon -calon PILKADA yang menggunakan kekerasan dan ancaman,hanya untuk kepentingan pribadi mereka.wartawan hanyalah cabang media yang mencari berita demi kepentingan publik bukan untuk kepentingan pribadi mereka ,sangat di sayangkan hanya karna hal sekecil itu mereka mendapatkan prilaku yang tidak menyenanglan seperti itu ,dan itu perlu di tindak lanjuti.

Comment by rosmawatye




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: