Aliansi Jurnalis Independen


Pernyataan Bersama soal Pemberangusan Sajak
August 14, 2007, 6:48 pm
Filed under: Pernyataan Sikap

DENGAN ini kami menyampaikan tanggapan kami terhadap pemberangusan atas sajak yang berjudul “Malaikat” karya penyair Saeful Badar, yang pernah dipublikasikan melalui lembaran budaya “Khazanah”, suplemen suratkabar Pikiran Rakyat , yang terbit di Bandung, edisi Sabtu, 4 Agustus 2007.

 

Oleh karena ada satu-dua pihak, antara lain yang mengatasnamakan organisasi Islam, yang menganggap sajak tersebut “menghina ajaran Islam”, dan melayangkan surat protes terhadap suratkabar tersebut, pengelola suratkabar Pikiran Rakyat kemudian mengumumkan bahwa sajak tersebut dianggap tidak pernah ada. Sementara itu penyair Saeful Badar mendapat teror dan intimidasi dari kelompok tertentu. Sedangkan Sdr Rahim Asyik Fajar Awanto, sebagai wartawan yang mengelola lembaran budaya tersebut, diberhentikan dari jabatannya meski tetap bekerja dalam organisasi suratkabar tersebut.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, kami menyatakan:
1. Hak tiap individu untuk mengungkapkan diri baik secara lisan maupun secara tertulis patut dilindungi. Dalam konteks tata kehidupan di Indonesia, perlindungan akan hak tersebut telah menjadi kesepakatan kolektif, bahkan dinyatakan secara tegas dalam konstitusi. Oleh karena itu, kami sangat prihatin dan turut menyesalkan pemberangusan atas sajak “Malaikat” karya penyair Saeful Badar. Kami juga sangat prihatin dan menyesalkan pendiskreditan nama baik penyair Saeful Badar, yang disebut-sebut seperti Salman Rushdie, sehingga penyair Saeful Badar mengalami berbagai tekanan.

2. Kami juga menentang dan menyesalkan segala bentuk pemutlakan tafsir atas karya seni dan sastra oleh individu dan golongan tertentu, serta menentang dan menyesalkan segala bentuk sikap yang tidak toleran. Pemutlakan tafsir dan sikap tidak toleran merupakan bentuk kekerasan simbolis yang bisa membuka gerbang ke arah berbagai kekerasan fisik dan psikis. Perbedaan pandangan, pikiran, dan sikap sehubungan dengan suatu hal sepatutnya tidak sampai menutup peluang bagi terwujudnya keadilan.

3. Kami juga menentang dan menyesalkan sikap dan tindakan yang cenderung membawa-bawa agama, atau menekankan pertimbangan bernada keagamaan, sebagai tameng bagi pemutlakan dan pemaksaan sikap dan pandangan individu dan golongan tertentu. Janganlah mempermain-mainkan agama demi tujuan-tujuan yang sempit, picik, dan pendek.

4. Pada hemat kami, ruang publik sebagai wahana ekspresi kolektif perlu dipelihara dan dikembangkan. Dalam hal ini, kami menyatakan bahwa media massa, sebagai salah satu institusi sosial yang mengelola ruang ekspresi kolektif, sepatutnya dapat menjaga integritasnya sehingga tidak mudah dipermainkan oleh individu dan kelompok tertentu yang sikap dan tindakannya tidak sejalan dengan pemeliharaan ruang publik.

Bandung, 14 Agustus 2007

Komunitas Azan, Tasikmalaya
Sanggar Sastra Tasikmalaya (SST)
Teater Bolon, Tasikmalaya
Komunitas Malaikat, Ciparay
Institut Nalar, Jatinangor
Aliansi Jurnalis Independen, Bandung
Forum Studi Kebudayaan ITB
Masyarakat Antikekerasan
Gerbong Bawah Tanah, Bandung
BPK 0I, Tasikmalaya
Teater 28, Tasikmalaya
SOCT (Study Oriented Culture Tasikmalaya)
Teater Prung Jatinangor
Lingkar Studi Sastra Cirebon
Komunitas Cupumanik, Bandung
Forum Diskusi Wartawan Bandung
Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KONTRAS)
Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI)
Lembaga Kajian Agama dan HAM (LKAHAM) Tasikmalaya
Rumah Kiri
Forum Solidaritas Jurnalis Garut


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: