Aliansi Jurnalis Independen


AJI Mengecam Aksi Kekerasan terhadap Wartawati di Malaysia
September 26, 2007, 9:10 am
Filed under: Pernyataan Sikap

Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Terhadap Wartawati Indonesia
yang mendapatkan kekerasan seksual di Malaysia

Aliansi Jurnalis Independen mengecam keras terhadap kekerasan yang dilakukan terhadap wartawati Indonesia oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Seorang wartawati dari salah satu media di Kalimantan (A), mendapatkan kekerasan seksual pada saat melakukan liputan investigasi tentang nasib TKI yang hidup di kongsi-kongsi (bedeng) Malaysia. Continue reading



AJI Jakarta soal Kasus Wartawan Tempo Metta Dharmasaputra
September 21, 2007, 9:11 am
Filed under: Press Release

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN JAKARTA

Nomor : 08/AJIJAK-Adv/ Pers/IX/2007
Perihal : Siaran Pers untuk segera disiarkan

Siaran Pers Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta soal Penilaian Majelis Etik AJI Jakarta atas karya jurnalistik wartawan Majalah Tempo, Metta Dharmasaputra

Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta yang terdiri dari Atmakusumah Astraatmadja dan Stanley Adi Prasetyo telah memanggil anggota AJI Metta Dharmasaputra pada Jumat, 21 September 2007, berkaitan dengan dugaan sejumlah pihak yang mempertanyakan pemenuhan kaidah jurnalistik investigasi dan etika jurnalistik dalam tulisannya berjudul “Kisah Si Pembobol” yang dimuat di Majalah Tempo edisi 15-21 Januari 2007. Selain menguji pemenuhan standar profesionalisme dalam proses investigasi Metta, Majelis Etik juga meminta penjelasan kepada Metta mengenai sejumlah dugaan pelanggaran etika jurnalistik setelah berita tersebut dipublikasikan. Continue reading



Penyadapan Telepon Wartawan Dikecam
September 13, 2007, 10:36 pm
Filed under: Berita

JAKARTA — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam penyadapan percakapan telepon jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya. “Itu ancaman terhadap kebebasan pers,” kata Koordinator Divisi Advokasi AJI Jakarta, Umar Idris, kemarin. Continue reading



AJI soal Surat Edaran Sekda Banyuwangi
September 12, 2007, 10:35 pm
Filed under: Pernyataan Sikap

Aliansi Jurnalis Independen
The Alliance of Independent Journalist
AJI JEMBER
Office : Jl. Nanas VIII/3 Jember – Jawa Timur 68118

No : B.25/ADV/AJI-Jbr/IX/07
Lamp. : –
H a l : Pernyataan Sikap

Kode Etik Jurnalistik yang berlaku di Indonesia dibuat dan disepakati untuk dilaksanakan oleh seluruh jurnalis. Selain mengatur etika jurnalis dalam melaksanakan tugasnya, kode etik juga menjamin dan melindungi masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan seimbang tanpa ditutup-tutupi. Continue reading



AJI Jakarta soal Penyadapan dan Intimidasi terhadap Wartawan Tempo
September 12, 2007, 12:59 pm
Filed under: Pernyataan Sikap

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN JAKARTA

Nomor :  05/AJIJAK-Adv/Pers/IX/2007
Perihal : Siaran Pers untuk segera disiarkan

Siaran Pers Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta atas tindakan penyadapan dan intimidasi berkedok penegakan hukum terhadap wartawan Majalah Tempo, Metta Dharmasaputra Continue reading



AJI soal Putusan MA dalam Kasus Majalah Time versus Soeharto
September 11, 2007, 10:19 pm
Filed under: Pernyataan Sikap

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN

Nomor: 023/AJI-Adv/Pers/IX/2007
Perihal: Siaran Pers untuk segera disiarkan

Siaran Pers
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) terhadap Putusan Mahkamah Agung RI dalam Kasus Majalah Time versus Soeharto

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam keras putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) yang mengabulkan gugatan hukum mantan presiden Soeharto terkait pemberitaan kekayaan keluarga Soeharto dalam salah satu edisi Majalah Time. Dalam putusan MA tanggal 30 Agustus 2007 itu Majalah Time diwajibkan memuat permohonan maaf dalam media nasional dan internasional, serta diharuskan membayar kerugian immaterial senilai satu Triliun rupiah. Continue reading



Paparan Publik Keberimbangan Media dalam Pemberitaan Pilkada DKI Jakarta
September 11, 2007, 12:59 pm
Filed under: Uncategorized

Jakarta, 11 September 2007

Kepada Yth.
Anggota AJI Jakarta
Di Jakarta

Hal : Undangan mengikuti seminar

AJI Jakarta akan mengadakan paparan publik mengenai pemantauan berita selama Pilkada DKI Jakarta. Dalam acara itu, kami mengundang tim sukses dan wakil media massa untuk menanggapi hasil penelitian AJI Jakarta. Kami berharap sebanyak mungkin anggota AJI Jakarta hadir dalam seminar tersebut, sekaligus juga dapat berbuka puasa bersama. Continue reading



AJI on the Ruling of the Supreme Court in the Case of Time Magazine Vs Soeharto
September 11, 2007, 12:52 pm
Filed under: Pernyataan Sikap

Number: 023/AJI-Adv/Pers/IX/2007
Subject: Press Release, to be immediately published

Press Release
The Alliance of Independent Journalists (AJI) on the Ruling of the Supreme Court of the Republic of Indonesia in the Case of Time Magazine Versus Soeharto

The Alliance of Independent Journalists (AJI) strongly condemned a ruling issued by the Supreme Court (MA) of the Republic of Indonesia (RI), which had accepted a lawsuit filed by former President Soeharto over a news report on the fortune of Soeharto’s family in one of TIME Magazine’s editions. In the MA ruling dated August 30, 2007, TIME Magazine is required to publish an apology in national and international media and to pay one trillion rupiah for immaterial losses. Continue reading



Belum Saatnya Merevisi UU Pers
September 7, 2007, 5:42 am
Filed under: Kliping

(Jakarta, 7 September 2007) Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers belum relevan untuk direvisi karena sudah menjamin kemerdekaan dan kebebasan pers. Berbagai wacana dan upaya mervisi UU Pers tersebut justru sangat tergantung kepada komunitas pers sendiri atau pihak pemerintah.

”Saat ini revisi UU Pers tidak ada urgensinya . Kalau kalangan insan pers menilai sudah waktunya direvisi berarti itu menjadi kontribusi yang perlu direspon,”demikian disampaikan Ketua Komisi I DPR Theo Sambuaga diskusi buku Memorie van Toelichting: 15 Hari Perjuangan untuk Kemerdekaan Pers” di Jakarta, Kamis (6/9) malam.

Dia menjelaskan, rencana perubahan UU Pers itu bisa saja berasal dari kalangan pers atau pemerintah, namun pihak DPR menilai belum saatnya untuk merevisi UU tersebut.

Dikatakan, salah satu alasan untuk tetap mempertahankan UU tersebut karena menjamin kemerdekaan dan kebebasan pers sejak reformasi. Hal tersebut akan mendorong proses demokratisasi di Indonesia. ”Persoalan sekarang bukan lagi merevisi atau tidak, tapi bagaimana UU itu diimplementasikan. Inilah tantangan kita,” ujar mantan aktivis GMN I tersebut.

Untuk itu, lanjutnya, pers diharapkan meninggalkan profesionalisme dan benar-benar memberikan fakta sehingga mengungkapkan kebenaran dan aspiorasi rakyat. Selain itu, kepercayaan publik pun meningkat karena tidak igunakan oleh kepentingan atau kelompok tertentu. Terkait dengan itu, dia menyayangkan sejumlah media yang digunakan untuk kepentingan politik tertentu atau juga kolaborasi pemilik modal dalam memanfaatkan media massa .

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu pemerintah telah menyiapkan draf revisi UU tersebut yang segera diajukan ke DPR. Namun, penolakan dari berbagai pihak menyebabkan rencana revisi tersebut masih tertunda.

Menurut Leo Batubara dari Serikat Penerbit SuratKabar (SPS), keinginan untuk merevisi tersebut menunjukkan keberadaan UU tersebut belum aman dan pemerintah masih berkeinginan untuk mengontrol media massa. Ancaman terhadap pers saat ini justru tidak saja pada revisi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tetapi juga sejumlah produk UU yang saat ini tengah dibahas dan memuat sejumlah pasal-pasal yang dapat membahayakan kebebasan pers.

”Salah satu pasal dalam RUU Pemilihan Umum terdapat rumusan yang sangat berbahaya karena bisa memenjarakan wartawan. Ancaman-ancaman seperti ini masih banyak dalam beberapa produk RUU yang lagi dibahas saat ini tetapi hampir tidak ada yang memataunya,” tegasnya. [H-12]

 



The media outlook in Indonesia
September 6, 2007, 6:31 pm
Filed under: Kliping

LISTEN NOWDOWNLOAD AUDIO

This week we take a first-hand look at the state of the Indonesian media. The country has experienced some remarkable liberalisation over the last ten years, but what’s that meant for Indonesia’s media sector?
Continue reading