Aliansi Jurnalis Independen


AJI Jakarta soal Kasus Wartawan Tempo Metta Dharmasaputra
September 21, 2007, 9:11 am
Filed under: Press Release

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN JAKARTA

Nomor : 08/AJIJAK-Adv/ Pers/IX/2007
Perihal : Siaran Pers untuk segera disiarkan

Siaran Pers Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta soal Penilaian Majelis Etik AJI Jakarta atas karya jurnalistik wartawan Majalah Tempo, Metta Dharmasaputra

Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta yang terdiri dari Atmakusumah Astraatmadja dan Stanley Adi Prasetyo telah memanggil anggota AJI Metta Dharmasaputra pada Jumat, 21 September 2007, berkaitan dengan dugaan sejumlah pihak yang mempertanyakan pemenuhan kaidah jurnalistik investigasi dan etika jurnalistik dalam tulisannya berjudul “Kisah Si Pembobol” yang dimuat di Majalah Tempo edisi 15-21 Januari 2007. Selain menguji pemenuhan standar profesionalisme dalam proses investigasi Metta, Majelis Etik juga meminta penjelasan kepada Metta mengenai sejumlah dugaan pelanggaran etika jurnalistik setelah berita tersebut dipublikasikan.

Berita “Kisah Si Pembobol” yang ditulis Metta Dharmasaputra berkaitan dengan dugaan manipulasi pajak yang dilakukan Kelompok Usaha Asian Agri, anak perusahaan Raja Garuda Mas Grup, milik konglomerat Sukanto Tanoto. Informasi awal berita tersebut diperoleh Metta dari sumbernya,Vincentiu s Amin Sutanto, mantan pegawai Asian Agri.

Meski berjasa membongkar kasus ini, Vincent sekarang mendekam di LP Salemba setelah Agustus lalu divonis 11 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dalam perkara pidana pencucian uang. Padahal pada Mei 2007, Dirjen Pajak Darmin Nasution sudah menegaskan adanya bukti awal pidana pajak PT Asian Agri dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 786 miliar. Lima direksi perusahaan itu pun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pada awal September lalu, Kepala Satuan II/Fismondev Polda Metro Jaya, AKBP Aris Munandar, melayangkan surat panggilan kepada Metta untuk menjadi saksi berkaitan dengan pelarian Vincentius ke Singapura. Pada saat bersamaan, di kalangan wartawan juga beredar salinan percakapan SMS dari telepon genggam Telkom Flexy milik Metta Dharmasaputra dengan sejumlah pihak. Beberapa kalangan menggunakan salinan percakapan itu sebagai dasar untuk menuding telah terjadi pelanggaran etika jurnalistik yang dilakukan Metta saat menulis berita investigasi mengenai manipulasi pajak Asian Agri.

Setelah memeriksa karya jurnalistik Metta dan meminta penjelasan langsung dari yang bersangkutan, Majelis Etika AJI Jakarta menarik tiga kesimpulan:

1. Dari sisi karya jurnalistik, tidak ditemukan pelanggaran atas standar profesionalisme dan kode etik jurnalistik. Laporan yang ditulis Metta bersifat faktual, objektif dan berimbang.
2. Dari sisi prosedur kerja pers, Metta telah memenuhi standar kerja jurnalistik investigasi. Apa yang dia lakukan dalam peliputan jurnalistik investigasi ini selalu dikonsultasikan dengan para penanggungjawab redaksi.
3. Pertimbangan moral yang diambil Metta untuk menyelamatkan dan melindungi narasumber dan keluarganya patut dihormati. Sebagai jurnalis, Metta memiliki tanggung jawab moral agar narasumber dan keluarganya tidak kehilangan hak asasinya.

Jakarta, 21 September 2007

Jajang Jamaludin
Ketua


2 Comments so far
Leave a comment

Ayo Selamatkan Dewan Pers Kita !

Tadinya kami heran dan bertanya-tanya : Mengapa perusahaan-perusahaan di lingkungan Raja Garuda Mas (RGM) milik konglomerat Sukanto Tanoto ini getol sekali mempersoalkan pemberitaan negatif di media kepada Dewan Pers ? Kami tidak tahu jawabannya, tapi menduga, mungkin karena departemen kehumasan (atau public relations officer) RGM adalah mantan orang-orang media senior, baik televisi maupun media cetak sehingga piawai dan memiliki hubungan yang baik dengan Dewan Pers.

Namun, pertanyaan itu sedikit demi sedikit terjawab secara dramatis dan mengagetkan. Soalnya, berdasarkan informasi, rupanya nama Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara masih tercatat sebagai komisaris PT Toba Pulp Lestari Tbk – salah anak perusahaan RGM. Karena ada “ahlinya”, sangat wajar jika kemudian RGM bolak-balik mengadukan media ke Dewan Pers. Jika informasi ini tidak benar, sebaiknya Leo Batubara memberikan klarifikasi terbuka kepada publik soal ini.

Namun jika benar, kami sungguh sangat prihatin karena Dewan Pers nyata-nyata membiarkan conflict of interest ini berlangsung secara terus-menerus di organisasi yang sangat terhormat. Apalagi Dewan Pers juga sudah melarang wartawan menerima “amplop”. Pertanyaannya kini, mengapa Dewan Pers tidak melarang wartawan (yang menjadi pengurus Dewan Pers) untuk menerima jabatan komisaris, penasehat, atau pun jabatan lain dari korporasi besar. Bukahkah hal itu juga termasuk dalam kategori “amplop” raksasa alias “karung” ?

Memang kasus yang melibatkan RGM bukan hanya terjadi terhadap Majalah Tempo, tetapi juga dialami oleh media lain sebelumnya seperti Majalah Prospektif, Majalah Forum, dan lainnya. Sebagai bagian dari masyarakat yang mendukung kebebasan pers dan demokrasi, kami ingin Dewan Pers mampu menyelamatkan diri sendiri dari kepungan modal yang ingin merangsek komunitas media. Kasihan Dewan Pers, ayo kita selamatkan Dewan Pers, sekarang juga!

Comment by Ken Oetomo

Salam kenal. Kami ingin memperkenalkan DICTUM, majalah kajian media pertama di Universitas Sumatera Utara. Media ini didirikan pada Maret 2007 lalu di bawah Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU, dan kini telah terbit edisi ke-3. Dikelola di bawah Pusat Kajian Media dan Komunikasi, Dictum berharap menjadi bacaan alternatif mengenai pendidikan media dan kebebasan berekspresi bagi masyarakat dan dunia akademis komunikasi.

Anda bisa melihat weblog kami di: dictum4magz.wordpress.com.

Besar harapan kami Anda memberikan masukan besar dan berarti.

Salam
Vinsensius Sitepu
(redaktur)

Comment by Vinsensius




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: