Aliansi Jurnalis Independen


AJI Mengecam Aksi Kekerasan terhadap Wartawati di Malaysia
September 26, 2007, 9:10 am
Filed under: Pernyataan Sikap

Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Terhadap Wartawati Indonesia
yang mendapatkan kekerasan seksual di Malaysia

Aliansi Jurnalis Independen mengecam keras terhadap kekerasan yang dilakukan terhadap wartawati Indonesia oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Seorang wartawati dari salah satu media di Kalimantan (A), mendapatkan kekerasan seksual pada saat melakukan liputan investigasi tentang nasib TKI yang hidup di kongsi-kongsi (bedeng) Malaysia.

(A) mendapatkan kekerasan seksual di sebuah kongsi atau bedeng TKI di Liman Kati, Kuala Kangsar, Negara Bagian Perak, 17 September lalu. Selain itu, korban juga dipukuli hingga babak belur. Kepalanya sobek dihantam asbak yang dilempar pelaku. Pelaku (R) adalah buruh bangunan asal Sulawesi Selatan yang bekerja di Liman Kati, Kuala Kangsar.

Pelaku awalnya mengaku ingin membantu korban untuk menemukan narasumber bagi peliputan investigasi. Tetapi teryata malah melakukan tindakan kekerasan seksual. Polisi menahan (R) yang belakangan diketahui mengantongi tiga tanda pengenal dengan nama berbeda namun foto sama. Keabsahan dokumen ini masih dalam penyelidikan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, (A) memasuki wilayah Malaysia pada Sabtu, 8 September lalu dari Nunukan. Tiba di Tawau, ia berkenalan dengan warga Indonesia yang memberikan nomor kontak (R). (A) menghubungi (R) dari Kuala Kangsar, Negara Bagian Barat. Di sinilah terjadi peritiwa kekerasan seksual disertai penganiayaan itu.

(A) telah dijemput Konsulat Jenderal RI (KJRI) Penang untuk didampingi secara hukum dan ditampung. Pada minggu, 23 September lalu, (A) dibawa ke Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kuala Lumpur untuk difasilitasi penyelidikan selanjutnya.

Aliansi Jurnalis Independen :
1.mengecam keras tindakan kekerasan seksual terhadap wartawati yang sedang melakukan kerja jurnalistik. Tindakan ini merupakan salah satu upaya menghalang-halangi pekerjaan jurnalistik seperti dilindungi Undang-Undang Pers. Pelakunya bisa diancam hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

2. AJI mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mendorong pengadilan untuk mengadili secara hukum tindakan yang dilakukan oleh pelaku.

3. AJI juga meminta diberikan pendampingan kepada korban.

4. AJI juga meminta agar semua pihak menghormati setiap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistiknya.

Salam,

Heru Hendratmoko
Ketua Umum

Luviana
Koordinator Divisi Perempuan


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: