Aliansi Jurnalis Independen


Kunjungan Media (Kompas dan The Jakarta Post)
October 2, 2007, 9:19 am
Filed under: Agenda

Kompas, 2 Oktober 2007 dihadiri oleh tim redaksi Kompas: Budiman Tanurejo (desk politik), Retno Bintarti (sekretaris redaksi), dan jurnalis senior Trias Kuncahyono. Sedangkan AJI diwakili oleh Ketua Umum Heru Hendratmoko, Skretaris Jenderal Abdul Manan, dan anggota pengurus AJI Indonesia: Mujib Rahman, Willy Pramudya, dan staf Advokasi AJI Indonesia Anggara.

 

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa masukan yang menarik untuk dimasukkan dalam RUU Pers versi AJI yaitu:

1.      Ada kekecewaan dari masyarakat terhadap kinerja media yang diakibatkan oleh media sendiri

2.      Dewan Pers kurang menjalankan fungsinya secara optimal, seharusnya Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) yang dikeluarkan oleh Dewan Pers dipublikasikan di seluruh media

3.      Media terkesan menjadi entitas yang benar sendiri

4.   Hak jawab/hak koreksi dapat ditafsirkan secara luas, karena terkadang narasumber menginginkan sudut pandang pemberitaan sesuai dengan keinginannya

5.  Putusan MA terhadap kasus majalah Time menjadi perhatian oleh media di Indonesia, karena suatu permberitaan yang sudah memenuhi kaidah jurnalistik dinyatakan sebagai perbuatan pencemaran nama baik dan menyebabkan Majalah Time harus membayar denda yang tertinggi di dunia yang pernah

6.      Diusulkan agar dalam RUU Pers, ada ketentuan yang menyatakan segala sesuatu yang terkait dengan pers diselesaikan berdasarkan UU Pers

7.      Penegakkan etika harus menjadi titik penting

8.  Tidak ada persoalan bila harus ada pendidikan untuk menjadikan jurnalis profesional.

 

The Jakarta Post, 2 Oktober 2007 dihadiri oleh Pemimpin Redaksi The Jakarta Post (JP) Endy M Bayuni dan sejumlah tim redaksi JP: Merdy, Kurniawan, Novan IS, Riyadi Suparno, dan Junaidi.  AJI diwakili oleh Sekretaris Jenderal Abdul Manan, anggota pengurus AJI Indonesia Mujib Rahman, dan staf Advokasi AJI Indonesia Anggara.

 

Dari pertemuan tersebut, ada beberapa masukan yang menarik untuk dimasukkan dalam RUU Pers versi AJI yaitu:

  1. Dewan Pers perlu didukung agar membuat standar kompetensi dan mewajibkan media untuk membuat pelatihan
  2. RUU Pers sebaiknya tidak memberikan definisi yang tegas tentang siapa yang dimaksud jurnalis, karena akan membuka peluang intervensi lebih jauh
  3. Dewan Pers gagal dalam membela kepentingan publik, seharusnya dewan pers bisa menyatakan pers salah dan pers harus dihukum. Selama ini terkesan dewan pers hanya membela kepentingan pers, dewan pers harus terlihat pro publik
  4. RUU Pers sebaiknya difokuskan pada bagaimana Dewan Pers untuk melindungi kepentingan masyarakat sehingga semangatnya adalah pelayanan publik (public services)
  5. Anggota Dewan Pers sebaiknya dipilih melalui fit and proper test di DPR
  6. PPR perlu dipublikasikan oleh setiap media
  7. Dewan Pers perlu membuat benchmark tentang profesionalisme jurnalis dan media

Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: