Aliansi Jurnalis Independen


Debat Publik Perjanjian Kerja Bersama Versi AJI
November 19, 2007, 8:42 am
Filed under: Laporan
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengadakan Debat Publik Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Versi AJI di Jakarta Media Centre (JMC) pada 19 November 2007. Pembukaan dilakukan oleh Sekjen AJI Indonesia, Abdul Manan. Abdul Manan menyampaikan bahwa PKB ini disusun oleh teman2 AJI bersama Serikat Pekerja (SP) di Jakarta dan sudah cukup lama. ”Draft ini kami harapkan dapat kritisi lebih lanjut. Karena kami menyadari draft ini mungkin masih banyk mengandung celah.”

“Bagi AJI mengenai PKB ini memang agenda yang cukup penting, karena perumusan PKB ini merupakan kampanye AJI sejak 1997 untuk mendorong SP-SP. Ini tidak mudah karena sebagian besar media kita tidak mempunyai SP. Ini sempat prematur karena tidak bisa menembus media2 yang ada. Istilah pekerja sering diasosiasikan dengan ”kiri”. Perusahaan2 yang kurang welcome dengan SP sebenarnya mempunyai kekhawatiran terhadap SP. Ini menjadi tugas AJI dan SP yang lain untuk memberikan gambaran dan pemahaman kepada perusahaan2 media bahwasanya SP bisa menjadi wadah motivator para pekerja,” ujar Abdul Manan.

Lebih lanjut Abdul Manan berharap jika PKB ini selesai akan kami sosialisasikan, khususnya pada media yang sudah mempunyai SP. Ini menyangkut kerja jurnalis.

Dalam debat publik kali ini yang menjadi moderator adalah Misbach G. sebagai praktisi hukum. Misbach menjelaskan PKB versi AJI adalah sebuah rangkaian perjalanan yang dilakukan oleh AJI mulai dari kampanye SP sampai pada membuat PKB ini.

Presentasi PKB versi AJI dilakukan oleh tim perumus dari PKB ini yaitu Jay Waluyo dan Setriyarsa. Menurut Jay, ”PKB ini sebenarnya adalah upaya untuk melindungi hak2 pekerja. Di Indonesia ini belum ada lembaga yang khusus mengawasi proses pengupahan sehingga banyak pelanggaran yang terjadi dan dibiarkan begitu saja. Dari tim kecil kemarin yang mencoba merumuskan PKB, setidaknya sudah berupaya untuk melindungi hak2 pekerja yang disesuaikan dengan UU Pekerja. Jika utuh disamakan dengan UU Pekerja juga akan merugikan pekerja. Masih banyak hal yang tentunya sama2 kita perjuangkan bersama, setidaknya ada posisi yang berimbang dengan manajemen”.

Lebih lanjut menurut Jay, ”pasal-pasal yang menjadi andalan dalam PKB ini adalah Bab I, pasal I-poin 6, Bab I, pasal I-poin 8, sudah kita atur sedemikian rupa, poin 9 dan poin 11, kita mencantumkan jam kerja yang jelas. Bab I, pasal I-poin 13, tentang upah. Bab III pasal 16, Bab IV pasal 18, mengenai tunjangan, Bab V pasal 26 mengenai program pensiun dan tentang ombudsman pada bab terakhir”.

Setriyarsa juga menambahkan bahwa konsep awal draft PKB ini adalah untuk pekerja pers mengetahui hak-hak mereka di perusahaan. ”Dengan PKB ini setidaknya bisa memberikan panduan bagi teman2 kita di media mengenai hak2 mereka,” ujarnya.

Dari hasil presentasi tersebut AJI mendapatkan tanggapan dari Kepala Personalia Tempo Inti Media, Retno Effendi. Menurut Retno menyikapi mengenai konsekuensi anggaran dan hukum perusahaan serta ketentuan mengenai pasangan dan pengertian keluarga. Selain itu juga berlangsung diskusi dengan masukan dari undangan.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: