Aliansi Jurnalis Independen


Sikap AJI Medan soal Kasus Kekerasan Jurnalis Sumut Pos
January 3, 2008, 10:47 am
Filed under: Pernyataan Sikap
PERNYATAAN SIKAP

Salam Kemerdekaan Pers!

Lembaran baru tahun 2008 dinodai tindak kekerasan terhadap jurnalis. Seorang jurnalis Sumut Pos, Yusrizal, menjadi korban pemukulan oleh setidaknya 5 (lima) petugas keamanan kediaman Walikota Medan, Abdillah. Pemukulan atas Yusrizal di kediaman Abdillah, Jalan Perak, terjadi Rabu, 2 Januari 2008, sekira pukul 21.00 WIB, sesaat setelah Yusrizal mengambil gambar kediaman Abdillah. Yusrizal dipukuli di depan istrinya. Saat bersamaan pula, jurnalis Sindo, Rinaldi, diperlakukan kasar oleh petugas yang sama (dicekik dan dimaki-maki) .

Yusrizal ditugaskan redaksi kantornya untuk memotret suasana kediaman pribadi Abdillah, pasca ditahannya Abdillah oleh KPK di Jakarta dalam kasus korupsi. Atas permintaan itu, Yusrizal kemudian datang ke kediaman Abdillah. Namun saat memotret, dia didatangi petugas keamanan rumah Abdillah dan kemudian kameranya diambil, kemudian dipukuli.

Yusrizal saat ini terbaring lemah di Rumah Sakit Methodist di Jl Thamrin Medan. Dia terpaksa menjalani opname dan kondisinya saat ini masih lemah. Menurut dokter, Yusrizal mengalami penyempitan saluran pernafasan karena penganiayaan itu.

Tindakan kekerasan terhadap jurnalis adalah cara-cara premanisme yang merupakan tindakan pidana dan pelanggaran hukum, sebab jurnalis dalam kegiatan jurnalisnya dilindungi UU.

Karena itu, AJI Medan menyatakan sikap:
1. MENGECAM KERAS aksi pemukulan yang dilakukan 5 ( lima ) pengawal Walikota Medan Abdillah atas jurnalis Sumut Pos, Yusrizal dan perlakuan kasar atas jurnalis Sindo, Rinaldi.

2. MEMINTA POLTABES MEDAN serius menangani aksi kekerasan itu, dan memandangnya sebagai upaya penghalangan kerja jurnalistik sebagai mana diatur dalam UU no.40 tahun 99 tentang Pers pada Pasal 18 ayat 1: “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000, 00 (lima ratus juta rupiah).”

3. MENGHIMBAU masyarakat untuk memahami kerja jurnalistik yang sejatinya merupakan perwujudan dari pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Bila jurnalis dihalang-halangi, hal itu berarti menghalangi pula hak masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Kami juga akan mendukung sepenuhnya Harian Sumut Pos untuk melaporkan hal tersebut ke polisi agar kejadian serupa tidak terulang lagi pada media massa cetak maupun elektronik di Sumatera Utara.

Demikian Pernyataan Sikap ini kami buat demi tegaknya kebebasan pers dalam mengungkap kebenaran.

Medan, 3 Januari 2008

Onny Kresnawan
Koord. Divisi Advokasi AJI Medan

Tembusan:
1. Kapolda Sumut
2. Gubernur Sumut
3. Kapoltabes Medan
4. AJI Indonesia
5. Dewan Pers
6. Media Pers
7. Organisasi Jurnalis (PWI, IJTI, PWI – Reformasi, KOWRI, MPC)


2 Comments so far
Leave a comment

Sejak PKI diharamkan, Pers telah menjadi gantinya. Pers telah di-PKI-kan. Pers dianggap sebagai “Angkatan Kelima” yang sangat membahayakan kelangsungan suatu pemerintahan yang tirani. Selama sistem lama masih dipakai dan kenderaan bobrok masih dijalankan, maka segala penganiayaan, pelecehan, serta fitnah keji – selamanya akan dideritan Pers Indonesia. Solusinya : pers indonesia harus dapat bersatu dalam satu nafas. Yaitu nafas yang selallu berfihak pada kepentingan rakyat .Berasatulah Pers Indonesia.

Comment by Kristoman

Duka kembali menerpa jurnalis. Kini, hal itu mendera sejumlah para ‘kuli tinta’ yang bertugas di L.Batu. Pasalnya, pada Sabtu (16/2) malam, 5 orang, 3 diantaranya adalah wartawan yang bertugas di kota Rantauprapat ditangkap aparat kepolisian setempat.
Dalam penggerebekan oleh komunitas ‘sheriff’ itu, sempat disebut-sebut di lokasi kejadian sebagai tempat berpesta narkoba.
Tapi, kenyataan di lapangan, karena tidak menemukan bahan terlarang tersebut, para wartawan di tuding melakukan perjudian.
Namun, informasi menyebutkan, mereka tidak sedang bermain judi. Adapun, beberapa helai kartu yang terdapat di TKP dijadikan sebagai BB dan selanjutnya penggeledahan pencarian narkoba dilanjutkan dengan ‘mencakari’ saku mereka. Maka, sejumlah uang dari dalam saku mereka yang didapat juga diyatakan sebagai barang bukti.
Semula, mereka dikabarkan bersedia digelandang ke Mapolres adalah untuk pembuktian tes urine. Tapi, kenyataannya, dalam BAP mereka langsung diperiksa sebagai tersangka kasus perjudian yang dikenai pasal 303 bis KUHP.

Comment by Labuhanbatu_News




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: