Aliansi Jurnalis Independen


Sejarah AJI Lhokseumawe

AJI Lhokseumawe berdiri pada medio tahun 1998 setelah menerima mandat dari AJI Indonesia. Ketua pertama adalah Basri Daham, wartawan Hr Serambi Indonesia dan koresponden Kompas  untuk wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya. Tahun-tahun pertama, AJI Lhokseumawe menumpang di Hr Serambi Indonesia Biro Lhokseumawe di Jalan Kenari, Lhokseumawe. Anggota AJI Lhokseumawe saat itu sangat sedikit, yakni enam orang. AJI memang menjadi organisasi wartawan pertama yang masuk ke
Aceh. Selama puluhan tahun, wartawan hanya mengenal satu organisasi wartawan. Sekretaris Aji Lhokseumawe ketika itu, Zainal Bakri.

Setelah mendapat sedikit dana, AJI menyewa kantor di Jalan Kenari, persis di depan kantor Hr Serambi Biro Lhokseumawe. Ketika Ketua AJI Lhokseumawe berganti dari Basri Daham ke Zainal Bakri (ketika itu Tempo), kantor pindah ke Jalan Air Bersih. Pelan-pelan, AJI mulai menambah jumlah anggota dan menggelar kegiatan meskipun masih dalam skala kecil seperti diskusi dengan melibatkan berbagai elemen.

Konferensi pertama seharusnya dilakukan pada tahun 2000. Tapi personel sedikit, konferensi baru dilakukan pada tahun 2002 dan terpilihlah Zainal Bakri menggantikan Basri Daham dan Ayi Jufridar sebagai sekretaris. Konferensi pun digelar secara sederhana di kantor.

Seharusnya, pada akhir 2004 digelar konferensi kedua. Tapi karena terjadinya bencana gempa dan tsunami, konferensi diundur menjadi awal 2005 dan terpilihlah Ayi Jufridar (Asahi Shimbun/AP) sebagai ketua dan Muhammad Nasier (SCTV) bendahara. AJI Lhokseumawe menempati kantor baru di Jalan Pang Lateh Nomor 14 Lantai 2, Simpang Empat, Lhokseumawe telepon (0645) 44153.

Berbagai kegiatan yang dilakukan AJI Lhokseumawe mampu menarik minat jurnalis yang ada di Aceh. Sampai saat ini, AJI Lhokseumawe memiliki 32 anggota yang tersebar tidak saja di Lhokseumawe, tapi juga di Langsa, Bireuen, Aceh Utara, Takengon, dan Bener Meriah. Ada beberapa jurnalis di Aceh yang berminat menjadi anggota AJI Lhokseumawe. Tapi berdasarkan pengalaman selama ini, rekrutmen anggota harus dilakukan secara hati-hati dan selektif.

Kegiatan yang pernah dilakukan AJI Lhokseumawe antara lain, Pelatihan Investigasi, Pelatihan Pers Kampus dan membantu penerbiatan majalah kampus di tiga univesritas di Aceh, pameran foto, dan sebagainya.








%d bloggers like this: